Fact Nutrition untuk menghitung kalori tubuh

Ketika pergi ke supermarket dan membeli makanan dalam kemasan, coba perhatikan tabel informasi nilai gizi yang tertera. Kita akan menemukan kalimat “Persen AKG berdasarkan kebutuhan energi

 

2000 kkal.” Ini berarti kebutuhan energi kita bergantung pada kebutuhan kalori. Lalu, bagaimana menghitung kalori tubuh hingga kita mengetahui dengan benar kebutuhan kalori? Berapa banyak kalori yang dibutuhkan dalam makanan sehari-hari?

Seabreg pertanyaan lain tentu mengusik rasa ingin tahu kita tentang apa itu kalori. Ditambah lagi masih banyak yang belum mengetahui bagaimana cara kalori bekerja. Belum lagi masih banyak terdapat mitos mengenai kalori yang dipercaya oleh masyarakat.

Meskipun banyak kemasan makanan yang mencantumkan kebutuhan gizi dalam bentuk persentase AKG pada kebutuhan energi 2000 kkal, akan tetapi tak banyak yang tahu jika tidak semua orang membutuhkan energi 2000 kkal. Perlu dicatat, kebutuhan energi kita bergantung pada usia, jenis kelamin, tinggi badan, berat badan, keadaan fisik, sampai pada aktifitas harian. Dengan mengetahui jumlah kebutuhan kalori harian, tentu akan membantu menjaga kesehatan.

Lalu darimana muncul angka 2000 kkal sebagai standar kebutuhan kalori manusia? sebenarnya, tiap negara berbeda dalam menetapkan standar asupan kalori per hari. Sebagai contoh, di Amerika laki-laki disarankan mengkonsumsi 2700 kalori per hari.

Berkenalan Dengan Kalori

Secara sederhana kalori merupakan satuan ukuran untuk energi yang ada pada makanan. Pertama kali ditetapkan di Perancis di awal tahun 1800-an. Kalori makanan (sering disebut dengan kilokalori) adalah jumlah panas(energi) yang dibutuhkan untuk menaikkan suhu 10C dari 1.000 gram (1 liter) air. Untuk mengukur kalori, para peneliti menggunakan bomb calorimeter.

Bekenalan dengan kalori untuk menghitung kalori tubuh

Akan tetapi sangat disayangkan, saat ini produsen makanan tidak menggunakan bomb calorimeter untuk mendeteksi jumlah kalori. Mereka hanya menambahkan kalori dari bahan-bahan berdasarkan basis data standar.

Pada dasarnya prinsip dalam memenuhi kebutuhan energi sangat sederhana, yaitu harus seimbang. sebab, jika mengkonsumsi kalori lebih dari kebutuhan, dapat mengakibatkan penambahan berat badan sekaligus meningkatkan risiko kita mengidap berbagai macam penyakit. Khususnya penyakit degeneratif. Sebaliknya, jika mengkonsumsi kalori kurang dari kebutuhan, maka akan terjadi penurunan berat badan sekaligus penurunan fungsi organ-orang dalam tubuh.

Mengetahui jumlah kalori untuk memenuhi kebutuhan energi perlu untuk diketahui. Mengingat efeknya terhadap kesehatan tubuh. Biasanya komponen makanan menyediakan kalori ; karbohidrat 4 kalori per gram, protein 4 kalori per gram, lemak 9 kalori per gram dan alkohol 7 kalori per gram.

Perlu diingat, meskipun kalori membawa banyak manfaat positif untuk tubuh tetapi juga dapat memberikan efek negatif jika dikonsumsi dalam jumlah berlebih. Kalori sendiri bukanlah hal yang buruk, sebab kita memang memerlukan kalori untuk hidup. Kalori tetaplah kalori, walaupun berasal dari lemak, karbohidrat atau protein.

Kalori yang hanya disertai sedikit nutrisi (atau tidak sama sekali) disebut kalori ‘kalori kosong’. Misal, 100 kalori yang terdapat dalam satu mangkok brokoli akan membawa banyak nutrisi. Sedangkan 100 kalori yang ada dalam sepertiga donat tidak memiliki keuntungan apapun.

Jangan lupa, kalori tidak memiliki berat. Kelebihan kalori akan disimpan sebagai energi potensial yang sebagian besar disimpan sebagai lemak tubuh. Jumlah yang lebih kecil disimpan dalam hati dan otot sebagai glikogen.

Melihat manfaat kalori yang baik untuk tubuh kita, maka sangat perlu untuk mengetahui takaran kalori yang dibutuhkan. Asupan kalori yang tepat tentu membawa manfaat positif untuk tubuh yang pada akhirnya memberikan kondisi sehat bagi tubuh. Ini tujuan pentingnya menghitung kalori.

menghitung kalori tubuh

Kebutuhan kalori setiap orang tentu berbeda. Asupan kalori bagi laki-laki berbeda dengan perempuan, meskipun berada pada rentang usia yang sama. Bahkan dua orang kembar sekalipun memiliki kebutuhan kalori yang berbeda.  Sebab, kebutuhan kalori manusia dipengaruhi oleh jenis kelamin, usia, tinggi dan berat badan, komposisi tubuh, aktivitas hingga kondisi fisik.

Di Indonesia, kita dapat melihat kebutuhan kalori dengan mengacu pada tabel panduan angka kecukupan gizi. Tabel ini memuat anjuran jumlah kalori yang dibutuhkan oleh masing-masing kelompok usia.

  • Bayi usia 7-11 bulan, berat 9 kg dan tinggi 71 cm. Membutuhkan energi 725 kkal per hari.
  • Pria usia 19-29 tahun, berat 60 kg dan tinggi 168 cm. Membutuhkan energi 2725 kkal per hari.
  • Wanita usia 19-29 tahun, berat 54 kg dan tinggi 159 cm. Membutuhkan energi 1425 kkal per hari
  • Wanita hamil membutuhkan tambahan energi sebesar 180-300 kkal per hari. Pada bulan pertama dibutuhkan tambahan energi hingga 330 kkal dan 400 kkal pada 6 bulan berikutnya.

Sebelum membahas bagaimana cara menghitung kebutuhan kalori harian, ada baiknya mengetahui alasan menjaga asupan kalori pada makanan. Mengetahui kebutuhan kalori tubuh per hari penting bagi kamu yang :

  • Ingin menurunkan berat badan
  • Ingin menggemukkan badan
  • Ingin menjaga kesehatan serta dalam proses penyembuhan dari penyakit (seperti diabetes, kolesterol)

 

Lalu, bagaimana cara menghitung kalori makanan harian?

 

Perlu kita ketahui, standar asupan kalori harian berbeda di tiap negara. Berdasarkan National Health Service Inggris, pria disarankan mengkonsumsi 2500 kalori sedangkan wanita 2000 kalori. Sedangkan di Amerika Serikat, pria disarankan untuk mengkonsumsi 2700 kalori per hari dan wanita 2200 kalori per hari. Berbeda dengan FAO yang menyarankan orang dewasa rata-rata harus mengkonsumsi minimal 1800 kalori per hari.

Untuk menghitung kalori makanan harian, kita dapat menggunakan beberapa cara. Diantaranya :

  • Rumus Harris-Benedict. Pada umumnya para ahli gizi sering menggunakan ini untuk menghitung kebutuhan kalori manusia. Usia, jenis kelamin, berat dan tinggi badan, level aktivitas menjadi dasar perhitungan rumus Harris-Benedict. Adapun rumusnya adalah:

 

Walau rumus bennedict ini telah direvisi pada tahun 1984, namun setelah kami melakukan perhitungan hasilnya tidak jauh beda. Jadi rumus ini masih cukup relevan digunakan sebagai dasar perhitungan untuk mengetahui kebutuhan kalori tubuh sehari – hari.

 

Hasil dari perhitungan ini kemudian dikalikan dengan faktor aktivitas fisik. Jika aktivitas fisik rendah dikalikan dengan 1,2. Untuk aktivitas fisik sedang dikali dengan 1,3. Sedangkan aktivitas fisik berat dikali 1,4.

Sebagai contoh, ada seorang pria dengan tinggi badan 165 cm, berat badan 80 kg dan usia 31 tahun, dengan level aktivitas rendah (dikali 1,2) maka kebutuhan kalori hariannya adalah sebesar 2141,64 KKal.

  • Rumus WHO (World Health Organization). Berbeda dengan rumus Harris-Bennedict, rumus ini lebih sederhana dan tidak memperhitungkan tinggi badan. Sebagai contoh, untuk mencari kebutuhan energi wanita berusia 18-29 tahun, digunakan rumus 14,7 x (berat badan dalam kilogram) + 496. Sementara untuk mencari kebutuhan energi pria usia 18-29 tahun, digunakan rumus 15,3 x (berat badan dalam kilogram) + 679. Hasilnya kemudian dikalikan dengan faktor aktivitas fisik.

Kedua rumus diatas tentu memudahkan kita untuk mengetahui kebutuhan kalori harian kita, sehingga membantu menjaga kesehatan. Karena kalori dapat mempengaruhi keseimbangan energi sehari-hari.

And the last….menjaga tubuh tetap sehat adalah upaya kita untuk tetap bisa beraktivitas melakukan hal-hal positif yang memberi manfaat tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga orang lain. Lebih jauh, menjaga kesehatan adalah bentuk kesyukuran kita terhadap Sang Pencipta atas anugerah kehidupan yang telah diberikan-Nya. (rahmad al abror)

Please Login to Comment.

four × one =