madu hutan asli sumatera

Masalah umum yang dihadapi penjual madu adalah ketidakpercayaan masyarakat, pertanyaan yang sering muncul : ini madu asli atau palsu? Hal ini tidak terlepas dari banyaknya beredar madu palsu di tengah – tengah masyarakat.

Madu adalah cairan manis yang dihasilkan oleh lebah setelah menghisap nektar bunga, lalu melalui proses fermentasi di dalam sarang mereka. Madu memiliki rasa manis karena memang mengandung molekul gula yaitu glukosa, fruktosa dan monosakarida.

Ditengah permintaan madu yang meningkat, karena masyarakat mulai mengetahui banyak manfaat yang diperoleh saat mengonsumsi madu, bersamaan dengan itupula banyak oknum yang memanfaatkan situasi dengan membuat madu artifisial alias madu palsu.

Madu palsu ini jika dikosumsi justru berbahaya, karena memang kandungan bahannya tidak dapat dipertanggungjawabkan. Berbeda dengan madu asli yang memang sudah dijamin Allah di dalam Al qur’an, memberi manfaat dan dapat menjadi obat bagi manusia.

Sebelum kami jelaskan lebih mendalam, beberapa waktu yang lalu kami mendapatkan pertanyaan dari salah seorang agen kami di Lampung, mereka bertanya, apakah madu yang kami jual madu asli atau madu murni.

Selama ini kami tidak pernah tahu perbedaan istilah ini, untuk itu kami balik bertanya, “memang perbedaannya seperti apa?”

Menurut mereka, madu murni adalah madu yang murni dari lebah, dipanen dari pohon – pohon sialang lalu di peras dan disaring, kemudian dikemas. Sedangkan madu asli adalah madu murni yang telah ditambahkan air gula. Tujuannya adalah untuk mengurangi “harga” madu dipasaran.

Jika seperti itu definisi yang mereka pahami, maka kami jawab bahwa madu kami adalah madu murni.

Mitos – Mitos Seputar Madu Asli dan Madu Palsu

Untuk mendukung penjualannya, para produsen madu palsu ini menyebarkan desas  desus ke tengah masyarakat. Salah satu isu yang mereka sebarkan adalah beberapa hal yang tidak dapat dipertanggungjawabkan soal ciri madu asli dan madu palsu. Kami menyebutnya sebagai mitos – mitos seputar madu asli dan palsu.

Pertama, Madu asli tidak dikerubuti semut

Ini adalah mitos pertama yang paling sering kami dengar. Bahwa kalau madu itu asli, maka semut tidak suka. Benarkah? Pada awalnya kami juga mempercayai hal ini, karena saat memulai bisnis madu, kami mendapati madu yang kami jual, tidak dikerubuti semut. Kami berpikir, pernyataan itu ada benarnya juga, bahwa madu asli tidak dikerbuti semut.

Namun, seiring berjalan waktu, semut mulai berdatangan ke gudang madu kami. Memang tidak semua jenis semut. Tapi, ada semut yang mengerubuti madu kami. Kami belajar lagi, dan kami menemukan bahwa memang madu dikerubuti semut memang hanya mitos belaka.

Bukti semakin  kuat saat kami mengunjungi salah satu peternakan madu di sumatera utara.

Di sana kami melihat sendiri sarang – sarang madu dan secara tidak sengaja kami memeras salah satu sarang madu dan madunya menetes ke lantai. Dan tak lama berselang, datang segerombolan semut mengerubuti madu yang baru menetes dari sarang tadi.

Secara logika sederhana, yang disukai semut adalah manisnya buka “gula”nya. Rasa manis itu yang mengundang semut untuk datang.

Dan dalam praktek yang lain, kami juga menemukan bahwa, semut hanya mengerubuti madu sesaat, lalu dikarenakan semut tidak dapat “mengangkat” madu ke sarangnya, mereka meninggalkannya.

Kedua, Madu Asli tidak beku di dalam kulkas

Beberapa kali kami melalukan ujicoba dengan menyimpan madu di dalam kulkas (lemari es). Ternyata memang karakter masing – masing madu berbeda. Seperti kita ketahui bersama bawa madu memiliki aroma, rasa yang berbeda, tergantung tempat, musim, lebah, serta bunga yang diambil nektarnya oleh lebah.

Hasil dari beberapa ujicoba ini, kami menemukan bahwa madu asli tidak membeku di dalam lemari es, tapi mengalami proses pengkristalan. Molekul glukosa di dalam madu mengalami proses pengkristalan. Ini adalah proses alami, proses penyimpanan madu yang baik adalah dalam suhu ruangan. Walau ada juga madu yang mengalami proses pengkristalan secara alami di suhu kamar.

Jadi, perlu diluruskan juga bahwa, madu tidak membeku, tapi mengalami pengkristalan. Jika yagn dipahami membeku itu seperti air yang dibekukan, maka madu asli tidak membeku.

Sehingga mitos kedua ini, dapat dikatakan tidak berlaku juga.

Ketiga, Madu asli tidak tembus di kertas koran

Untuk mitos yang satu ini kami belum menemukan alasan yang paling tepat untuk membatahnya. Kertas memiliki pori pori, sedangkan madu sendiri memiliki kadar air yang tidak terlalu tinggi, sehingga secara fisik madu memiliki tekstur kental. Sedangkan untuk dapat menembus pori – pori kertas dibutuhkan kadar air tertentu.

Umumnya, madu memiliki kadar air berkisar antara 20 – 28 %, makin sedikit makin kental. Apa lagi madu hutan, yang berada di alam liar, sehingga sarangnya sangat terpengaruh oleh kondisi iklim lingkungan sekitar. Baik curah hujan atau kelembaban disekitar lingkungan sangkar lebah.

Setelah mencoba beberapa kali, kami menemukan bahwa, saat pertama – tama madu jatuh ke kertas, madu tidak serta merta meresap, tapi lambat laun, madu terserap ke kertas.

Lalu, Bagaimana Cara yang Tepat Untuk Mengenali Madu Asli dan Madu Palsu?

Berikut ini adalah cara yang selama ini kami lakukan untuk menilai madu yang kami terima adalah asli.

Pertama, Siapa yang menjual

Seberapa yakin kita dengan yang menjual, ini adalah langkah yang paling awal jika ada orang yang menawarkan madu kepada kita. Jika kita percaya bahwa yang yang menjual madu adalah amanah. Track recordnya dikenal sebagai orang yang jujur dalam bermuamalah, maka hampir dapat dipastikan madu yang dijualnya adalah asli. Tapi tetap lakukan beberapa langkah lanjutan setelah ini.

Dari pengalaman kami selama ini, ada banyak sekali yang menawarkan madu yang mereka panen dari hutan disekitar tempat tinggalnya, namun tidak semua kami terima. Dan sampai saat ini kami hanya mengambil dari satu suplier yang benar benar kami kenal amanah.

Kedua, Uji laboratorium

Dan proses pengujian madu yang paling tepat menurut kami adalah dengan melalui uji lab. Dengan beberapa proses pengujian dan melihat reaksi yang muncul dari pengujian itu.

Madu yang kami jual, sejauh ini sudah di uji di laboratorium. Ada di Pekanbaru dan salah satu agen kami di lampung melakukan pengujian laboratorium di universitas Lampung.

Dan hasilnya, positif, madu yang kami kirim ke lampung adalah asli (murni).

Ketiga, Tuang ke dalam air

Di kelas satu SMP, saat bejalar fisika kita akan menemukan bahasan massa jenis sebuah benda yang berdasarkan persamaan massa benda di bagi dengan volume benda.

Air sering digunakan sebagai pembanding utama, karena massa jenisnya sama dengan satu.

Madu memiliki massa jenis yang lebih tinggi dari air. Artinya saat di tuang ke dalam air, madu akan langsung tenggelam.

Pengujian mengunakan air ini sering dilakukan banyak orang untuk melihat secara fisik. Madu yang dibuat dari bahan dasar gula, umumnya akan seperti sirup, di tuang ke dalam air lalu mereka menyebar.

Sedangkan madu akan langsung jatuh ke dasar gelas. Walau tetap dilihat kadar air di dalam madu sendiri.

Keempat, Dipanaskan

Kawan – kawan dapat menguji keaslian madu dengan memanaskan madu, caranya ambil madu  menggunakan sendok stainless stell, lalu panaskan bagian bawah sendok (seperti memasak).

Madu asli akan mendidih dan berbuih. Namun madu akan tetap di dalam sendok. Sedangkan madu palsu akan berbuih lalu membentuk karamel gula.

membentuk pola heksagonal seperti sarang lebah

Kelima, Membentuk pola heksagonal seperti sarang lebah

cara ini menjadi cara yang paling mendekati benar. Karena hasil dari pengujian ini belum dapat dipalsukan. Artinya madu palsu yang dibuat dari air gula tidak akan membentuk pola heksagonal seperti sarang lebah.

Bagaimana cara pengujiannya? Pertama kawan – kawan siapkan satu piring (usahakan warna putih susu), kedua 1 – 2 sendok madu yang akan diuji, lalu air putih sekitar 2- 3 sendok.

Tuang madu ke piring, kemudian tuang air. Urutannya di balik juga tidak apa – apa. Kemudian, goyang – goyangkan piring hingga air dan madu menyatu dan perlahan madu akan larut ke dalam air.

Sebelum madu larut ke dalam air, madu akan membentuk pola heksagonal persis seperti sarang madu.

Inilah beberapa hal yang perlu kita perhatikan saat akan membeli madu atau hendak memulai menjual madu. Kawan – kawan perlu perhatikan benar siapa yang menjualnya, amanah kah? Terpercayakah? Bagaimana pendapat orang – orang terhadap madu yang mereka jual.

Kemudian setelah itu dapat kita lakukan beberapa pengujian seperti yang telah disebutkan di atas. Semoga dengan artikel ini, kawan – kawan dapat membedakan madu asli dan palsu. Sehingga tidak perlu khawatir lagi saat membeli madu yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan.

Please Login to Comment.

16 − 2 =