madu-mengobati-diare-dengan-mudah-dan-efektif

Madu mengobati diare sebagai obat herbal alami saat ini sudah mulai sering digunakan sebagai salah satu alternatif pengobatan dalam upaya menjaga tubuh tetap sehat. Hal ini tentu dilihat dari fakta yang ada, bahwa madu mempunyai kandungan nutrisi lengkap yang bisa menyokong gaya hidup sehat. Tak heran semakin banyak orang yang berlomba-lomba untuk mengkonsumsi madu setiap hari.

Salah satu masalah kesehatan yang sering menghinggapi kita adalah diare. Penyakit yang sering dianggap sepele, tetapi bisa berakibat fatal jika tidak segera ditangani dengan baik. Diare (dalam bahasa Inggris disebut diarrhea) adalah penyakit yang terjadi anus, dimana feses yang ditampung terlebih dahulu pada bagian rectum berubah menjadi lembek atau cair. Dengan kondisi ini, menyebabkan proses defekasi (buang air besar-BAB-) terjadi berulang kali. Hal ini biasanya terjadi paling sedikit tiga kali dalam 24 jam. Di negara berkembang, diare adalah penyebab kematian umum pada balita, serta membunuh lebih dari 2,6 juta orang setiap tahunnya.

madu-mengobati-diare-dengan-mudah

Memaksimalkan Manfaat Madu Mengobati Diare

Pada saat seseorang mengalami diare, tinja dalam kondisi encer yang disebabkan banyaknya cairan yang disekresikan kedalam usus. Atau sebaliknya, cairan yang ada di usus tidak dapat diedarkan ke seluruh tubuh. Kondisi ini dipengaruhi oleh banyak faktor yang bisa memembuat diare berlangsung singkat atau lama.

baca juga: Madu Untuk Asam Lambung

Diare singkat dapat disebabkan oleh :

  • Infeksi bakteri (campylobacter, clostridum difficile, escherichia coli, salmonella, dan shigella) yang bisa menyebabkan keracunan makanan.
  • Infeksi virus (rotavirus dan norovirus)
  • Parasit giardia intestinalis
  • Radang usus buntu
  • Alergi makanan
  • Makanan yang mengandung pemanis buatan
  • Masalah psikologi (seperti gangguan kecemasan)
  • Konsumsi minuman alkohol secara berlebihan
  • Kerusakan lapisan usus akibat radioterapi
  • Efek samping obat (statin, obat pencahar, antibiotik, obat-obatan kemoterapi, antasida dengan kandungan magnesium SSRI –Selective Serotonim Reuptake Inhibitor).

Sedangkan diare yang berlangsung lama disebabkan oleh :

  • Kanker usus
  • Radang pankreas kronis
  • Efek samping pengangkatan bagian perut (gastrektomi)
  • Kolitis mikroskopik (sejenis penyakit radang usus yang menyebabkan diare encer)
  • Penyakit coeliac (penyakit yang menyebabkan tubuh menolak protein gluren)
  • Penyakit chron (radang pada lapisan sistem pencernaan)
  • Kolitis ulseratif (suatu kondisi yang berdampoak kepada usus besar)
  • Sindrom iritasi usus atau terganggunya fungsi normal usus

 

Gejala Diare dan Dampak Diare

Pada umumnya ada 2 gejala diare yang sering ditemui. Pertama, mengalami sakit perut singkat dengan kondisi feses yang tidak terlalu encer. Kedua, mengalami kram perut dengan kondisi feses yang sangat encer. Pada penderita diare jangka panjang, kerap merasa ingin buang air besar.

Beberapa gejala diare lainnya antara lain :

  • Sakit kepala
  • Mual
  • Muntah
  • Hilang nafsu makan

Biasanya diare akan pulih dalam tempo waktu dua sampai empat hari. Jika diare lebih dari satu minggu atau diare tersebut sampai mengganggu tidur, sangat dianjurkan untuk memeriksakan diri ke dokter. Sedangkan pada anak-anak, diare pada umumnya berlangsung selama lima hari hingga seminggu. Jika lebih lama dari waktu tersebut, apalagi disertai dengan muntah, ada darah pada feses atau mencret parah, lebih baik dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Oleh karena itu, untuk meminimalisir kemungkinan-kemungkinan diatas ada baiknya pengobatan diare disertai asupan tambahan yang bersifat alami. Madu untuk kesehatan sangat layak dan direkomendasikan untuk dimanfaatkan.

Selain menyebabkan kondisi yang tidak nyaman (mual, bolak-balik ke kamar mandi), diare juga menimbulkan dampak yang lain. Diare yang berkelanjutan atau parah dapat menyebabkan dehidrasi. Kondisi dehidrasi tidak boleh dianggap sebelah mata, sebab dapat mengakibatkan kematian.

Pada anak-anak, gejala dehidrasi bisa dilihat dari kondisi anak. Seperti rewel, cepat mengantuk dan kondisi tubuh menurun, jarang buang air kecil, kaki dan tangan terasa dingin, serta kulit pucat dan berbintik. Para orang tua sangat disarankan untuk mewaspadai gejala-gejala dehidrasi pada anak.

Sedangkan pada orang dewasa, gejala dehidrasi bisa dilihat dari hilangnya nafsu makan, mual dan pusing, kelelahan atau kurang tenaga, pening ketika berdiri. Selain itu, jantung berdebar, kram otot, mata cekung, serta lidah kering.

Untuk mengantisipasi dampak diare, seperti dehidrasi ini sangat disarankan mengkonsumsi asupan tambahan selain obat diare. Dengan segudang manfaat yang terkandung didalamnya, madu untuk mengatasi dehidrasi patut untuk dicoba. Dengan rutin meminum madu yang dicampur dengan air hangat selama diare, potensi dehidrasi dapat dicegah dengan baik.

madu-mengobati-diare

Madu Mengobati Diare Dengan Mudah dan Efektif

Dari zaman dahulu, madu sering digunakan untuk mengobati berbagai penyakit. Dengan kandungan nutrisinya yang lengkap, benarkah madu dapat mengobati diare? Berikut ulasan singkat mengapa madu layak digunakan untuk turut mengobati diare.

  1. Madu Mampu Melawan Bakteri Penyebab Diare

Menurut penelitian secara klinis, madu asli memiliki aktifitas bakterisidal (zat yang bersifat membunuh bakteri) yang mampu melawan organisme enteropathogenic penyebab diare, yaitu shigella, salmonella dane e-coli. Selain itu, madu juga mampu membunuh bakteri yang bisa menyebabkan infeksi parah pada kulit, paru-paru dan tulang. Bakteri ini disebut staphylococcus aureus.

Fakta lain memberitahukan bahwa madu ;

  • Mampu mengurangi frekuensi diare karena madu memiliki kemampuan untuk membantu terbentuknya jaringan granulasi (jaringan fibrosa yang terbentuk dari bekuan darah sebagai bagian dari proses penyembuhan luka, sampai matang menjadi jaringan parut). Untuk penyembuhan luka ada beberapa jenis luka yang bisa disembuhkan antara lain: madu obat luka lambung , madu obat luka diabetes melitus , madu untuk luka bakar , dan madu untuk luka terbuka .
  • Mampu membantu penderita untuk memperbaiki kerusakan pada permukaan kripte
  • Bersifat prebiotik sehingga akan membunuh kuman dan juga menghambat kolonisasi bakteri penyebab diare.

 

  1. Madu Meningkatkan Bakteri Baik

Ternyata madu mampu membantu pertumbuhan bakteri baik (bifido) yang mampu menjaga kesehatan pencernaan dan menghambat pertumbuhan bakteri yang merugikan (helicobacter pylori) yang menyebabkan luka pada lambung.

 

  1. Madu Menyerap Cairan Feses

Madu mampu mengurangi cairan berlebihan pada feses sehingga pada saat dikeluarkan tidak dalam bentuk cair. Semakin padat feses maka diare bisa dikatakan sembuh.

 

  1. Madu Menghindarkan Dari Dehidrasi

Seperti yang disebutkan diatas, madu mampu membantu penderita diare terhindar dari bahaya dehidrasi. Dimana madu dapat membantu penyerapan elektrolit dan air. Serta dapat menghambat bakteri e-colli yang menyebabkan diare. Elektrolit dan air yang mudah terserap tentu memudahkan penderita terhindar dari dehidrasi.

Lalu bagaimana cara mengkonsumsi madu untuk mengobati diare? Ada beberapa tips yang dapat digunakan untuk mengobati diare dengan madu, disamping obat-obatan yang umum digunakan.

  1. Campurrkan madu dengan air gandum dan meminumnya setelah buang air besar. Biasanya setelah buang air besar, tubuh mengalami kekurangan cairan. Air madu dan gandum memiliki peran untuk mengganti cairan tersebut.
  2. Meminum madu langsung setiap pagi sebelum sarapan. Hal ini dapat melindungi lambung dari luka dan mengobatinya. Hal ini tentu sangat baik bagi penderita diare yang mengalami masalah pada pencernaannya.

Selain meminum larutan oralit selama diare, madu juga baik untuk dimanfaatkan. Karena berasal dari alam, efek samping yang ditimbulkan tentu sangat minim. Perlu diingat, madu yang digunakan adalah madu murni. Sebisa mungkin hindari penggunaan madu sintetis.

Semoga artikel madu mengobati diare bermanfaat dan menambah wawasan kita terkait pemanfaatan bahan-bahan alami yang digunakan untuk kesehatan.

 

Salam Sehat….!!

Please Login to Comment.

fifteen + two =