Sehat di Usia Lanjut Dengan Mengonsumsi Madu Hutan

“Stock madu hutannya sudah mau habis nih Va, kapan mau pesan ke refillmadu lagi?”

Ini adalah kalimat yang rutin diucapkan Bapak saat melihat stock “harta karun” beliau yang berupa botol –botol madu hutan sudah mulai berkurang banyak isinya. Dan tinggal menunggu waktu  saja sebelum isi botol-botol madu itu lenyap dari pandangan. Amblas tanpa bekas, menyisakan botol kosong yang terasing di pojokan lemari 😀

Bagi Bapak, memantau stock madu lebih penting daripada memantau stock beras dan gula di rumah. Yaiyalah, kalau persediaan beras dan gula habis kan kami tinggal melipir beli ke warung sebelah. Sudah ada layanan delivery order pula dari warung-warung sembako di sekitaran rumah kami. Persaingan servis pelanggan antar warung di kota ini sudah seheboh persaingan bisnis ojek dan taksi online saja rupanya ckckck… Luwarbiyasa…

Madu Hutan Asli Murni

Sementara itu, kalau persediaan madu hutan riau ini sampai terlanjur habis, bisa lebih gawat kelanjutannya. Karena butuh beberapa hari sebelum paket kiriman madu hutan dari Medan sampai ke alamat kami. Bisa saja sih kami beli madu hutan merek lain yang ada di pasaran. Banyak tuh merek madu lainnya. Tapi kembali lagi ke selera dan kecocokan. Kalau sudah terlanjur cocok dengan satu produk madu, Bapak tidak mau mencoba merek lainnya. Mending nunggu paket kiriman madu hutan untuk sampai ke rumah kami.

Oiya, keluarga kami berdomisili di sebuah kota di Jawa Tengah. Butuh waktu sekitar 3-4 hari pengiriman ekspedisi hingga sampai ke alamat kami. Jadi begitu muncul kalimat reminder seperti ini, artinya sudah waktunya saya order madu hutan lagi ke refillmadu.com. Supaya tidak terburu habis stock madu hutan yang sudah menjadi menu wajib dalam keluarga kami.

Sudah sekitar setahun ini Bapak merasa cocok meminum madu hutan riau Al Hafizh untuk mengatasi masalah radang usus dan lambung beliau. Yap…sejak masih muda Bapak memang sudah memiliki keluhan di bagian organ pencernaan. Usus dan lambung Bapak mudah mengalami radang/luka saat menyantap  makanan yang memiliki rasa pedas, asam maupun rasa yang asing bagi lambung.

baca juga : apakah terapi madu untuk asam lambung memang manjur

Pernah suatu ketika Bapak terpaksa dirawat di Rumah Sakit. Penyebabnya hanya karena makan beberapa potong buah mangga yang rasanya asam. Tak terhitung banyaknya beliau sakit perut karena terpaksa menyantap sajian yang agak pedas di acara jamuan makan dari kantor maupun relasi. Begitupun saat harus menghadiri acara undangan resepsi, beliau lebih sering mengambil jurus aman. Hanya menyantap menu yang sudah beliau kenal rasanya dan aman bagi lambung.

Sebelum berlangganan madu hutan riau dari refillmadu.com, kami biasa membeli madu lebah ternak yang biasanya punya banyak pilihan rasa. Ada madu kopi, madu kelengkeng, madu randu, madu multiflora dan lain sebagainya. Buat saya pribadi, yang namanya madu lebah ya rasanya hampir sama, manis, pekat dan lebih enak diminum dengan cara dicampur air hangat.

Ternyata menurut Bapak, ada perbedaan efek yang dirasakan di badan, terutama bagian perut.  Wah ternyata sensitifitas rasanya beda ya antara saya dan Bapak. Madu hutan memiliki efek yang terasa hangat di perut setelah meminumnya. Mungkin karena Bapak sudah sekian puluh tahun mengalami pasang surut perubahan kondisi perut, jadi beliau bisa membedakan mana madu lebah yang paling nyaman di badan.

Bapak Rutin Konsumsi Madu Hutan Asli Murni

Usia Bapak sudah 73 tahun, namun badan beliau masih terlihat segar dan sehat. Mungkin karena beliau rutin olahraga jalan santai setiap hari. Sejak pensiun dari tugas sebagai PNS, beliau mengisi waktu dengan menjadi dosen di beberapa kampus dan mengisi kajian keislaman di berbagai tempat. Intinya beliau tidak suka diam tanpa kegiatan yang bermanfaat.  Lebih suka rajin bergerak dan mengasah pikiran dengan melakukan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat untuk umat.

Bahkan saat Bapak dan Ibu saya berangkat umroh ke tanah suci bulan Mei lalu, beliau terlihat sangat menikmati perjalanan dan acara jalan kaki bolak balik dari hotel ke Masjidil Haram. Saat pulang kembali ke Indonesia pun tetap sehat dan bugar tanpa gangguan.

Namun usia yang sudah masuk kategori usia lanjut tentu saja tetap memberi pengaruh pada kondisi  biologis sel-sel tubuh beliau. Kesadaran diri untuk tahu batas kemampuan badan yang menjadi alarm untuk berhenti. Bapak mulai peka pada kondisi badan melalui gejala-gejala yang muncul. Pengaruh cuaca yang berubah-ubah pun menjadi obyek pengamatan beliau.

Begitu badan terasa kurang nyaman (pusing, bersin dan pegal-pegal), yang beliau lakukan adalah minum 2 sendok madu hutan. Kadang dicampur kuning telur ayam kampung, kadang hanya madu hutan tanpa campuran. Menurut Bapak, madu hutan yang dibeli di refillmadu.com ini memberi efek penyegaran badan yang lebih cepat terasa.

Beda lagi kasusnya saat perut Bapak terasa agak mual atau mulas akibat menyantap makanan yang kurang cocok dengan pencernaan beliau. Yang beliau lakukan adalah mencampurkan air perasan kunyit dengan satu sendok madu hutan. Lalu meminumnya dalam kondisi perut yang masih kosong belum terisi makanan. Hal itu dilakukan karena sejak dahulu, kunyit adalah herbal yang membantu menetralkan kondisi lambung saat terganggu metabolismenya.

Sementara itu untuk konsumsi sehari-hari, biasanya sebelum makan Bapak minum sesendok madu hutan beberapa kali dalam sehari. Lalu beliau memberi jeda sekitar 30 menit sebelum dilanjutkan dengan makan pagi, siang atau malam. Bisa dibayangkan bila persediaan madu hutan di rumah sampai defisit. Terpaksa mencari produk madu merek lain yang belum tentu cocok dengan yang Bapak butuhkan.

Sekarang Sekeluarga Konsumsi Madu Hutan Asli Murni

Jika awalnya hanya Bapak yang rutin mengkonsumsi madu hutan, lama kelamaan anggota keluarga yang lain pun ikut ketularan. Meskipun belum rutin mengkonsumsi madu hutan, Ibu saya mulai rajin minum air madu saat badan terasa kurang fit. Kadang beliau campur dengan segelas air putih hangat, kadang diminum begitu saja tanpa campuran apa-apa.

Sementara saya, tergantung kebutuhan saja. Saat butuh energi lebih, saya minum madu hutan yang dicampur air hangat. Kalau sedang ingin maskeran, ya saya pakai madu hutan untuk dioles-oles di wajah. Meskipun godaan maskeran dengan madu hutan ini cukup besar, godaan untuk mencicipi  cairan yang nempel di sekitar bibir maksudnya hehe…

Terkadang ketika tiba-tiba ingin luluran, ya saya campur-campur saja madu hutan dengan buah yang dihaluskan ataupun dicampur lulur instan yang sudah ada di rumah. Dioles-oles ke badan sebelum mandi. Bila ingin minuman yang segar-segar, campurkan saja sesendok madu hutan ke dalam air teh hangat yang diberi air perasan jeruk nipis. Bisa juga mencampurkan madu hutan ini ke dalam wedang (minuman) jahe, wedang secang, wedang uwuh dan segala jenis minuman tradisional asli Jawa.

Madu lebah memang ada banyak jenisnya, kecocokan antara orang yang satu dengan yang lain berbeda-beda. Yang jelas, setelah rutin mengkonsumsi madu hutan riau yang saya pesan dari refillmadu.com, sepertinya keluarga kami sudah males ganti-ganti merek lagi. Sudah tak bisa ke lain madu. (eva zahra)