Bagaimana cara memanfaatkan madu untuk luka diabetes? Efek yang dikuatirkan pada penderita penyakit Diabetes Melitus adalah saat mengalami luka, maka akan lama sembuhnya. Bila sudah sampai ke tahap yang parah dan menimbulkan gangren (matinya jaringan tubuh di sekitar luka), maka tindakan amputasi bisa jadi dilakukan agar proses pembusukannya tidak menyebar lebih luas lagi. Disinilah madu murni bisa dimanfaatkan untuk mengobati luka yang sulit sembuh akibat kadar gula dalam aliran darah yang berlebihan.

Sebelum membahas tentang hal itu, kita harus tahu dulu apa itu penyakit diabetes (diabetes melitus) atau lebih dikenal sebagai penyakit gula.

bagaimana cara memanfaatkan madu untuk luka diabetes melitus

Diabetes melitus (DM) adalah suatu bentuk penyakit yang ditandai dengan tingkat kadar glukosa di dalam darah yang melonjak diatas batas normal dalam rentang waktu yang lama. Penyebabnya adalah adanya kurangnya produksi insulin dari kelenjar pankreas. Makanan yang masuk ke dalam tubuh manusia berupa karbohidrat, protein dan lemak, akan diubah menjadi energi. Proses pengubahan makanan menjadi energi ini membutuhkan bantuan dari hormon insulin yang dihasilkan oleh pankreas.

Energi dari makanan diperlukan oleh tubuh untuk menggerakkan sel-selnya agar dapat melaksanakan tugasnya secara normal. Apabila ada sisa glukosa yang belum digunakan, maka sisa glukosa ini akan disimpan di dalam lever dan di dalam otot-otot badan dalam bentuk glikogen.

Jika suatu ketika sel membutuhkan energi, glikogen ini akan diubah kembali menjadi glukosa.  Proses mengubah glukosa menjadi energi dan proses penyimpanan sisa glukosa ini membutuhkan peran hormon insulin. Sehingga jika produksi insulin ini tidak mencukupi, maka glukosa hasil pengolahan makanan yang masuk tidak dapat diubah menjadi energi dan tidak dapat disimpan di dalam lever maupun disimpan di dalam otot-otot tubuh manusia.

Glukosa yang gagal diubah menjadi energi ini akan terus berada di dalam aliran darah dan akan disaring oleh ginjal. Bila jumlah glukosa yang disaring melebihi jumlah yang mampu disaring oleh ginjal, maka sisa glukosa ini akan kemudian akan dikeluarkan melalui urine. Sehingga bisa dikatakan, penyakit Diabetes Melitus ini menunjukkan kegagalan tubuh mengubah glukosa hasil pengolahan makanan yang masuk untuk menjadi energi akibat tidak tercukupinya produksi hormon insulin.

memanfaatkan madu untuk obat luka diabetes melitus

Penyakit Diabetes Melitus ini bisa menyerang siapa saja tak terbatas usia. Gejala yang sering muncul adalah : seringnya buang air kecil dimalam hari, muncul  rasa haus dan rasa lapar yang semakin sering, berat badan berkurang drastis, mudah lelah, massa otot semakin berkurang, pandangan kabur dan bila mengalami luka, maka akan sulit sembuhnya.

Manfaat Madu Untuk Penderita Diabetes Melitus dan Jenis-jenis Diabetes

Diabetes Melitus tipe 1.
Penderita Diabetes Melitus tipe 1 ini muncul pada rentang usia mulai dari kanak-kanak, remaja dan  usia dibawah 40 tahun, termasuk dalam kategori berat karena tubuhnya tidak dapat memproduksi insulin atau sangat sedikit memproduksi insulin. Sehingga penderita penyakit Diabetes Melitus tipe ini membutuhkan supply insulin dari luar untuk memenuhi kebutuhan tubuhnya.  Satu diantara 10 penderita Diabetes Melitus ini ada di dalam golongan ini. Pengobatan yang disarankan adalah menjalani terapi insulin, diet dan melakukan olahraga teratur.

Diabetes Melitus tipe 2.
Biasanya muncul pada rentang usia diatas 40 tahun, tubuh mereka tetap dapat memproduksi insulin, namun jumlahnya tidak mencukupi. Penyebabnya banyak diakibatkan karena kegemukan, kurang aktifitas yang melibatkan gerakan fisik, karena pengaruh gaya hidup dan pola makan dan lain sebagainya.

Selain kedua tipe penyakit Diabetes Melitus tadi, ada beberapa jenis penyakit diabetes lain. Diantaranya adalah diabetes karena malnutrisi (kekurangan gizi) dan diabetes karena efek kehamilan.

Resiko munculnya penyakit ini semakin tinggi pada orang yang:

  1. Memiliki riwayat keluarga penderita Diabetes Melitus. Semakin banyak riwayat jumlah anggota keluarga yang mengidap penyakit ini, semakin tinggi pula kemungkinan seseorang akan mengidap penyakit ini.
  2. Mengalami kegemukan. Kelebihan berat badan meningkatkan kebutuhan akan hormon insulin. 80% kasus yang terjadi pada orang-orang yang mengidap penyakit ini adalah karena faktor kegemukan.
  3. Usia diatas 40 tahun memiliki resiko lebih besar karena kemampuan sel-sel pankreas dalam memproduksi insulin semakin menurun. Wanita diatas usia 30 tahun atau yang sedang hamil, juga memiliki resiko lebih besar untuk mengidap penyakit ini.
  4. Mengalamiinfeksi yang disebabkan oleh virus yang menyerang sel-sel beta pada pankreas yang memproduksi insulin. Begitu juga adanya luka/cidera pada pankreas akan merusak sel-sel beta pada pankreas sehingga produksi insulin menjadi terhambat.
  5. Stres dan menjalani gaya hidup yang kurang gerak memiliki resiko lebih tinggi dibanding yang menjalankan kehidupan yang aktif bergerak. Begitu juga pola makan dan gaya hidup yang tidak sehat akan menghambat proses produksi insulin pada pankreas.

Penyakit Diabetes Melitus ini tidak bisa sembuh, namun bisa dikendalikan dengan berbagai pilihan terapi. Diantaranya adalah terapi insulin, diet makanan, penggunaan obat-obatan, olahraga yang terkontrol dan kembali menjalani pola hidup sehat.

baca juga: Hidup Sehat dengan Madu

Hal yang harus diwaspadai oleh penderita Diabetes Melitus adalah munculnya luka, sekecil apapun. Karena kemampuan tubuh penderita penyakit ini dalam memulihkan lukanya memang tidak bagus lagi. Bila luka itu mengalami infeksi, maka dikuatirkan akan berakibat pada terjadinya gangren (jaringan tubuh yang mati) sehingga berujung pada tindakan amputasi.

madu untuk obat luka diabetes

Bagian tubuh yang biasanya paling rentan mengalami luka adalah bagian kaki. Kadar gula yang terlalu tinggi pada aliran darah mengakibatkan rusaknya pembuluh darah. Aliran darah yang mengalir ke kaki menjadi terhambat kelancarannya yang berakibat pada gangguan pasokan nutrisi pada kaki sehingga kulit yang berada pada kaki menjadi mudah terluka.

Selain itu kadar gula dalam darah yang terlalu tinggi juga dapat merusak jaringan syaraf perasa. Sehingga terkadang penderita diabetes melitus yang mengalami luka baru menyadari lukanya saat sudah ada pada tingkat parah. Apabila sudah terlanjut mengalami luka, salah satu alternatif untuk menyembuhkan luka adalah dengan menggunakan madu sebagai obatnya.

baca juga: Madu Mengobati Kanker

Mengapa Madu Baik Untuk Mengatasi Luka Pada Penderita Diabetes?

Beberapa alasannya adalah :

  1. Madu murni yang bisa didapatkan dari distributor madu asli berkualitas memiliki kadar air yang rendah sehingga mampu menyerap cairan yang terdapat pada luka. Begitu juga kandungan zat anti radang pada madu murni mampu mengurangi peradangan dan pembengkakan yang terjadi sekaligus mengurangi nyeri pada luka.
  2. Senyawa peroksida yang terkandung di dalam madu berfungsi sebagai zat antibakteri, sehingga akan membasmi bakteri yang muncul dan mengakibatkan infeksi pada luka.
  3. Kadar keasaman madu yang berkisar pada pH 3,4 – 4,5 menghambat pertumbuhan bakteri yang membutuhkan lingkungan dengan pH di sekitar 7,2.
  4. Madu bisa menghasilkan kondisi lembab di sekitar luka sehingga akan memudahkan pertumbuhan jaringan sel baru dan meningkatkan kecepatan penyembuhan luka.

Cara Menggunakan Madu Untuk Obat Luka Diabetes:

Bersihkan luka yang akan diobati dari zat yang mengotorinya kemudian oleskan madu secara merata pada luka yang ada. Apabila luka yang ada cenderung lebih kering maka tambahkan kadar madu yang dioleskan. Balut luka dengan kasa yang juga sudah diolesi dengan madu, kemudian plester agar kondisi kain kasa tidak berpindah-pindah. Lakukan penggantian kain kasa dalam waktu satu atau dua hari sekali. Akan lebih baik jika perawatan luka pada penderita diabetes melitus ini dilakukan oleh perawat dan tenaga kesehatan yang berpengalaman dan diawasi oleh dokter.

Gunakan selalu madu yang terjamin kualitas dan kemurniannya untuk kebaikan dan keberhasilan tindakan penanganan luka yang sudah terjadi. Demikianlah khasiat madu untuk obat luka diabetes dapat memaksimalkan proses penyembuhan luka yang dialami penderitanya.

Please Login to Comment.

two × 2 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.