Ketika mendengar manfaat madu untuk mata rabun, rata-rata reaksi kebanyakan orang adalah tidak percaya bahkan mengatakan ini adalah bohong. Karena banyak orang lebih percaya bahwa madu dikonsumsi dengan meminumnya atau dicampur dengan makanan lain. Menyeruputnya dalam campuran teh, kopi, atau meminumnya langsung dengan campuran air hangat yang dinikmati bersama biskuit saat gerimis  sudah lazim diketahui. Tidak sedikit juga yang memanfaatkan madu sebagai obat tradisional. Seperti penggunaannya untuk mengobati luka terbuka, penyakit kulit, diare, mengatasi kulit berminyak dan masih banyak lagi manfaat dari cairan kental manis yang bentuknya seperti sirup ini karena sifat antimikroba yang terkandung didalamnya. Bahkan banyak orang juga tidak ragu untuk menggunakannya sebagai masker wajah, pembersih dan perawatan bibir.

manfaat madu untuk mata rabun yang belum diketahui

Ketika madu disarankan sebagai obat mata alami untuk infeksi mata, mata merah, mata gatal, dan mata kering, maka reaksi kita adalah membelalakkan mata selebar-lebarnya sebagai ekspresi tidak percaya.

Penggunaan madu untuk mengobati mata ternyata telah lama dilakukan. Dahulu para dokter menggunakan cairan kental ini untuk mengobati trachoma (penyakit mata) bernanah. Seiring dengan perkembangan zaman, madu tidak kehilangan fungsinya untuk mengobati penyakit mata. Para dokter mata di Aodesa dan Ukraina adalah mereka yang sering mengobati masalah pada mata dengan madu. Menurut mereka madu memiliki pengaruh medis yang baik untuk setiap penyakit radang kornea.

Pada tahun 1981 Dr. Emara, M.H, Kepala Jurusan Dokter Syaraf di Al-Mansura University telah berhasil membuktikan jika madu mampu mengobati peradangan dan kebutaan pada kornea mata yang disebabkan oleh virus herpes. Serta peradangan dan dehidrasi pada konjungtiva (selaput pada kelopak mata). Hal ini tentu semakin menguatkan bahwa madu teruji untuk mengobati dan memperbaiki mata.

Mengetahui Penggunaan Madu Untuk Mata Rabun

Salah satu upaya untuk menjaga kesehatan adalah dengan rutin melakukan medical checkup. Tetapi sangat disayangkan, mata kerap luput dari pemeriksaan rutin. Ketika terjadi masalah pada mata baru dilakukan pengecekan. Padahal mata merupakan bagian tubuh kita yang rentan mengalami gangguan baik disebabkan oleh penyakit turunan atau kebiasaan sehari-hari yang dapat merusak fungsi mata. Aktifitas sehari-hari akan terganggu ketika mata mengalami masalah. Lalu, yakinkah kita bahwa kondisi mata baik-baik saja?

Penyakit sakit mata merupakan salah satu bentuk peradangan yang terjadi disekitar mata. Bisa diatasi dengan menggunakan bahan alami jika derajat sakit mata masih tergolong ringan. Kondisi mata yang tidak normal atau mengalami masalah dapat dilihat dari beberapa indikasi. Diantaranya adalah kesulitan untuk melihat benda, baik yang jaraknya dekat maupun jauh. Beberapa kelainan pada mata yang perlu untuk kita ketahui dan perhatikan.

  1. Mata Plus (Rabun Dekat atau Hipermetropi)

Merupakan kondisi dimana seseorang tidak dapat melihat beda yang jaraknya dekat. Kebiasaan membaca buku dalam jarak terlalu dekat atau membaca sambil tidur-tiduran dapat menyebabkan rabun dekat. Penggunaan kacamata yang memiliki lensa cembung atau lensa positif membantu penderita rabun dekat dapat melihat dengan jelas.

  1. Mata Minus (Rabun Jauh atau Miopi)

Rabun jauh adalah penyakit mata yang berkebalikan dengan rabun dekat. Pada kondisi ini, mata penderita tidak memungkinkan untuk melihat benda-benda yang memiliki jarak yang cukup jauh. Untuk dapat melihat dengan jelas, dapat menggunakan kacamata negatif atau lensa yang cekung.

  1. Mata Tua (Presbiopi)

Penyakit ini mayoritas dialami orang orang tua yang disebabkan karena faktor usia. Ketika seseorang telah berumur diatas 45 tahun, biasanya akan mengalami presbiopi (rabun jauh dan dekat). Agar dapat melihat dengan jelas, dapat dibantu dengan menggunakan kacamata rangkap, yaitu kacamata cekung dan kacamata cembung.

  1. Rabun Senja (Xeropthalmia)

Penyakit yang juga dikenal dengan istilah rabun ayam merupakan ketidakmampuan untuk melihat benda dalam keadaan remang-remang atau malam hari. Gangguan mata ini dapat disebabkan karena kekurangan vitamin A, sehingga sel-sel batang tidak dapat berfungsi akibat tidak terbentuknya protein rodopson.

  1. Juling dan Katarak

Ketidakserasian pada otot-otot mata dapat menyebabkan terjadinya mata juling. Jika penderita juling masih anak-anak maka peluang untuk sembuh masih terbuka. Sedangkan katarak adalah gangguan yang sering dialami oleh orang-orang yang telah berumur diatas 55 tahun. Penyakit ini dapat disembuhkan dengan melakukan operasi mata.

manfaat madu untuk mata rabun

Seperti yang telah disebutkan diatas, penggunaan madu untuk sakit mata ternyata sudah dikenal sejak dahulu. Pada zaman Mesir kuno, penggunaan madu untuk mengobati sakit mata telah sering dilakukan. Dalam bukunya berjudul Historia Animalium yang ditulis pada tahun 350M, Aristoteles menyebutkan madu putih baik digunakan untuk mengobati sakit mata. Berikut beberapa catatan yang memberitahukan penggunaan madu untuk mengobati masalah pada mata :

  • Tahun 1845, Profesor Hauser menulis dalam bukunya bahwa madu digunakan untuk mengobati luka bakar pada mata selain untuk luka bakar tubuh.
  • Tahun 1898, di Rusia madu sudah diketahui dapat mengobati radang pada mata.
  • Tahun 1945, madu lotus di India dilaporkan mampu menyembuhkan semua jenis penyakit mata.

Telah banyak catatan sejarah yang berbicara tentang penggunaan madu untuk pengobatan sakit mata. Seorang dokter bedah mata dari India menggunakan madu untuk mengobati luka kornea yang terinfeksi, mata belekan, radang kelopak mata dan radang selaput mata akibat energi. Penyembuhan ini terjadi pada 60% kasus permasalahan sakit mata. Penggunaan salep madu juga kerap digunakan untuk mengobati berbagai penyakit mata seperti radang kornea, ulkus kornea, dan luka bakar pada kornea. Ini sudah dilakukan puluhan tahun yang lalu soerang dokter bernama Profesor E. Fisher.

Cara Memanfaatkan Madu Untuk Mata Rabun Yang Perlu Diketahui

Madu secara alami mampu meningkatkan produksi oksida nitrat yang sangat diperlukan bagi aliran darah efisien untuk saraf optik dan bagian penting lainnya dari mata, terutama retina. Sifat anti-inflasmasi yang kuat dari cairan kental hasil produksi lebah ini mampu melindungi mata terhadap efek kerusakan yang disebabkan oleh glaukoma. Kandungan higroskopis yang terdapat pada madu mampu menarik keluar kelebihan cairan di mata dan mengurangi tekanan okular.

Dr. Carey mengatakan bahwa tetes mata madu bermanfaat untuk pengobatan glaukoma karena melakukan hal yang sama seperti pilocarpine (obat yang digunakan untuk pasien glaukoma dengan menarik keluar cairan dari balik mata tanpa efek samping). Madu yang digunakan sebagai obat tetes mata sangat kaya akan antioksidan dan mineral penting termasuk seng yang sangat baik untuk penglihatan. Tetapi perlu diingat, tidak sembarang madu dapat digunakan sebagai obat sakit mata. Madu yang digunakan haruslah madu yang sudah tua atau madu yang benar-benar terjaga keaslian dan kualitasnya agar tidak salah pilih sebaiknya dapatkan langsung dari sumber terpercaya yang jual madu asli berkualitas dan terjamin kebersihannya.

Lalu, bagaimana cara menggunakan madu mengobati mata rabun? Madu yang digunakan adalah madu pilihan yang telah disterilkan. Cara penggunaannya adalah dengan cara diteteskan 1-2 tetes madu. Madu sebelumnya diencerkan sekitar 20 – 50 persen dari kekentalan aslinya. Terapi ini biasanya akan menyebabkan mata menjadi perih untuk beberapa saat dengan disertai keluarnya air mata. Setelah diteteskan madu, kondisi mata pada umumnya akan membaik dan penglihatan lebih terang.

Terapi tetes madu untuk mata rabun terbukti menunjukkan hasil yang baik. Mudah-mudahan setelah membaca artikel ini keraguan kita terhadap penggunaan madu untuk mengobati sakit mata akan sirna. Mengingat khasiat madu yang sangat banyak sekali digunakan untuk menjaga kesehatan tubuh.

Please Login to Comment.

thirteen + 7 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.