Mencermati khasiat madu untuk gigi berlubang membuat semakin takjub akan berbagai manfaat si cairan kental nan lezat ini. Dalam sebuah artikel disebutkan bahwa memang madu ini sudah terbukti membantu mengurangi kerusakan gigi dan dapat bantu mengatasi masalah gigi berlubang. Hal ini didasarkan pada riset seorang dokter dari Universitas Wakaito, Selandia Baru yang bernama Dr. Peter C. Molan.

Hasil riset Dr. Molan tersebut mengungkapkan potensi manfaat dari madu yang memiliki kandungan anti bakteri cukup tinggi dalam perawatan dan pengobatan berbagai penyakit gigi dan gingivitis. Untuk memperoleh madu bisa membeli pada yang jual madu asli menyehatkan di sekitar anda jika belum memilikinya di rumah. Kandungan enzim pada madu yang memproduksi hidrogen peroksida dipercaya menjadi salah satu unsur penyebab utama dari aktivitas anti mikroba pada madu.

manfaat madu untuk mengobati gigi berlubang secara alami

Dr. Molan menyatakan bahwa madu tidak hanya menghentikan pertumbuhan bakteri plak pada gigi (masih ingat salah satu kandungan keren madu yang bernama anti bakteri?). Dengan demikian dapat membantu menurunkan produksi asam yang dapat menghentikan proses pembuatan dextran oleh bakteri tersebut. Dextran sendiri adalah sebuah komponen plak gigi yang merupakan getah polisakarida hasil produksi bakteri guna melekatkan alias menempelkan diri pada permukaan gigi.

Madu untuk pertolongan pertama gigi berlubang

Jika anda termasuk salah satu yang tersiksa karena gigi berlubang, segera setelah anda merasakan senut-senut, campurkan 1 sdt kayu manis bubuk dengan 5 sdt madu. Setelah tercampur dengan rata, segera tempelkan sedikit saja dulu ke atas gigi yang berlubang tadi. Sisanya, simpan di sebuah wadah tertutup rapat dan letakkan di suhu ruang. Ulangi kegiatan ini sekitar 2-3 kali sehari hingga anda sudah tidak lagi merasa sakit. Akan tetapi jika terus menerus berlanjut, baiknya anda tetap menemui dokter gigi guna mengetahui secara pasti permasalahannya atau sekalian menyelesaikan masalah utamanya dengan: cabut gigi (misalnya) šŸ˜€

Tentu saja hal ini menjadi angin segar terutama pada beberapa orang yang lebih menyukai perawatan alami di rumah saat sakit maupun sebagai pertolongan pertama pada gigi berlubang. Jika anda pernah mendengar bahwa sesuatu yang manis itu tidak baik untuk gigi, faktanya hasil tes laboratorium justru memperlihatkan hal yang mengejutkan: manisnya madu aman untuk gigi sekalipun karena produksi antiseptik alami bernama hidrogen peroksida. Gula tingkat tinggi justru menciptakan sebuah lingkup (environment) yang membuat bakteri tidak dapat bereproduksi. Menarik bukan?

madu untuk pertolongan pertama gigi berlubang

Ada mitos yang beredar di seputaran kita mengenai gigi berlubang. Konon, penyakit ini termasuk yang tidak dapat disembuhkan. Satu-satunya cara adalah dengan menambalnya menggunakan material sintetis. Atau jika ingin benar-benar tidak lagi merasakan sakit akibat gigi berlubang, maka cara ampuhnya adalah dengan mencabut gigi berlubang tersebut. Padahal ada beberapa cara holistik guna mengatasi masalah pada gigi berlubang. Cara holistikĀ tersebut selain membantu anda memperbaiki dan merawat gigi dan kesehatan mulut secara umum, juga dapat menjadi cara mengatasi gigi berlubang secara alami.

Kandungan madu untuk mengatasi gigi berlubang

Gigi seseorang terdiri dari 4 lapisan utama.

  1. Enamel atau kita biasa menyebutnya dengan istilah: email (baca: e mail, bukan imel ya. Hehe) merupakan bagian luar gigi yang merupakan lapisan keras nan protektif yang melindungi lapisan luar gigi untuk mengunyah dan menggigit makanan.
  2. Dentin atau gigi bagian dalam di bawah kepala gigi merupakan lapisan lembut nan halus terletak di bawah enamel.
  3. Dua lapisan teratas gigi itu melindungi daging di bawahnya yang merupakan area tempat adanya saraf-saraf dan aliran darah.
  4. Bagian terakhir dari gigi adalah: akar gigi. Terletak di bagian paling dasar struktur gigi seseorang.

Nah, pada kasus gigi berlubang, terjadi pengikisan secara perlahan setiap lapisan gigi tersebut dengan membuat setiap jalan yang dilaluinya membusuk hingga ia dapat menemui akar gigi. Hal ini dapat menyebabkan munculnya ketidaknyamanan dan bahkan mulai menyebabkan rasa sakit yang tiada tara.

Sementara bakteri-bakteri yang berada di dalam mulut anda menciptakan asam dan menyerang gigi anda sehingga menyebabkan rasa sakit. Asam ini pula lah yang diciptakan ketika anda memakan gula dan makanan manis (termasuk madu yang memang mengandung gula alami).

madu untuk gigi berlubang

Tapi, kandungan gula pada madu sekitar 82 persen berdasarkan database dari USDA National Nutrient atau sekitar 17 gram gula per satu sendok makan madu ini bukanlah satu-satunya kandungan pada madu sehingga dianggap menjadi penyebab gigi berlubang. Glukosa dan fruktosa yang dikandung madu memang merupakan dominasi gula yang dimilikinya akan tetapi ingat pula kandungan lain pada madu yang membantu menyerang bakteri jahat di area mulut dan bahkan tubuh anda.

baca juga: Madu Untuk Bibir Kering

Selama beberapa tahun ke belakang, madu murni yang belum dipasteurisasi sudah dibuktikan memiliki aktifitas anti bakteri yang sangat kuat. Dalam sebuah penelitian disebutkan, para ilmuwan mendapati bahwa madu memiliki aktifitas anti bakteri yang signifikan terhadap mutan Streptococcus dengan konsentrasi lebih dari 20 persen dan pada Lactobacillus dengan konsentrasi 100 persen. Kedua bakteri ini dipercaya sebagai bagian dari bakteri penyebab gigi berlubang.

Dari hasil penelitian yang terdapat pada Jurnal Dent Tehran inilah diambil kesimpulan bahwa madu dapat digunakan untuk pencegahan dan mengurangi efek dari gigi berlubang itu sendiri. Anda dapat mencoba gabungkan madu dengan air untuk digunakan sebagai mouthwash alami. Berbeda dengan penyegar mulut berbasis alkohol, mouthwash dengan berbahan dasar madu mampu membasmi bakteri jahat di dalam mulut tapi tetap meninggalkan bakteri baik di dalamnya sehingga keseimbangan mikroorganisme di dalam mulut secara alami terjaga.

Pro kontra penggunaan madu untuk gigi berlubang maupun kesehatan mulut

Sebagaimana disebutkan sebelumnya, kandungan gula pada madu sekitar 82 persen dengan 30 persen glukosa dan 40 persen fruktosa dengan 20 persen jenis gula lainnya. Sementara gula biasa memiliki sekitar 50 persen glukosa dan 50 persen glukosa berdasarkan postingan Keith Kantor Ph. D di Huffington. Jadi, ada perbedaan yang cukup mencolok bukan pada kandungan keduanya?

struktur susunan gigi manusia

Hanya karena madu mengandung gula kemudian kita khawatir ia akan merusak gigi mengingat bakteri senang dengan gula. Ya bagaimanapun bakteri memang memanfaatkan gula untuk membuat suasana asam dan mereka menggandakan diri dengan bantuan energi dari gula. Gula tetaplah gula, begitu kata BBC Notes, tanpa membedakan darimana asal gula tersebut apakah dari gula biasa atau madu. Tapi, madu memiliki kandungan gula yang lebih kompleks sehingga tubuh butuh waktu untuk mengurai gula tersebut. Sehingga dapat dikatakan pula bahwa ada tambahan waktu sebelum bakteri-bakteri itu menggandakan diri di mulut anda selain dengan memanfaatkan gula. Meskipun memang tanpa perawatan gigi yang benar, gula dari manapun asalnya dapat merusak gigi.

Warna dan rasa madu tergantung pada nektar yang diambil oleh lebah. Semakin jernih warna madu, semakin enak rasa dan aromanya. Tapi madu yang memiliki warna lebih gelap memiliki tambahan nutrisi yang baik. Semakin gelap warna madu, semakin banyak mineral di dalamnya termasuk potasium, magensium, fosfor, dan besi.

Kemampuan anti bakteri madu tergantung pada nektar yang didapat. Ada baiknya anda memisahkan madu untuk gigi berlubang anda alias madu sebagai obat, dengan madu sebagaiĀ suplemen maupun madu untuk kosmetik. Sebetulnya tidak mengapa menggunakan jenis madu yang sama, hanya saja bisa jadi hal-hal tersebut membutuhkan kandungan madu yang berbeda sesuai peruntukannya.

Please Login to Comment.

7 + two =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.