Mengetahui manfaat madu untuk hepatitis adalah usaha kita menjaga tubuh agar tetap sehat dan terhindar dari dampak yang lebih buruk lagi bagi kondisi kesehatan. Seperti yang kita ketahui, madu adalah obat herbal yang sangat baik digunakan untuk menjaga stamina tubuh dan membantu mengatasi berbagai penyakit yang datang menyerang. Madu hepatitis Adalah salah satunya.

mengetahui manfaat madu untuk hepatitis dan cara pengobatannya

Menggunakan obat herbal dalam mengatasi masalah kesehatan sudah banyak dilakukan oleh banyak orang. Disamping pengobatan medis tentunya. Lalu, mengapa madu menjadi pilihan utama diantara obat-obatan herbal yang ada? Sudah menjadi rahasia umum madu memiliki segudang manfaat. Cairan kental manis seperti sirup yang dihasilkan oleh lebah ini telah dipercaya puluhan abad yang lalu digunakan untuk mengatasi berbagai permasalahan kesehatan dan pengobatan secara tradisional.

Dengan kandungan fruktosa (gula buah), glukosa (karbohidrat), sukrosa (campuran fruktosa dan glukosa), bahan dasar dalam menjaga tubuh tetap fit. Madu juga mengandung beberapa senyawa yang dianggap sebagai oksidan, chrysin, pinobanksin, vitamin C, katalase dan pinocembrin.  Dengan berbagai kandungan yang ada, apakah madu baik untuk hepatitis?

 

Mengetahui Manfaat Madu Untuk Hepatitis

Hepatitis adalah penyakit peradangan yang terjadi di hati atau liver. Peradangan yang diakibatkan adanya racun atau toksin yang ada pada liver. Selain itu peradangan juga dapat disebabkan karena beberapa jenis virus. Penyakit radang hati ini bisa berdampak fatal jika tidak mendapat penanganan dengan segera. Bayangkan jika organ tubuh yang berfungsi menetralkan racun dan dan sistem pencernaan makanan dalam tubuh yang mengurai sari-sari makanan untuk kemudian disebarkan ke seluruh tubuh dalam keadaan rusak. Tentu akan mengakibatkan komplikasi penyakit lainnya.

mengetahui manfaat madu untuk hepatitis

Hepatitis yang dialami kurang dari enam bulan disebut dengan penyakit hepatitis akut. Sedangkan jika lebih dari 6 bulan disebut dengan hepatitis kronis. Penyakit ini tidak pandang bulu, dapat menyerang siapa saja tanpa terkecuali. Termasuk mereka yang memiliki daya tahan tubuh yang baik sekalipun. Penyakit ini banyak melanda bayi pada usia 0 – 12 bulan, anak-anak 2 – 15 tahun, dewasa 15 – 20 tahun dan orang tua diatas usia 40 tahun.

Ada beberapa jenis penyakit hepatitis yang kerap menyerang manusia. diantaranya antara lain :

  1. Hepatitis A

Biasanya ditularkan virus HAV melalui makanan, air, peralatan makan, mainan dan benda-benda lain yang terkontaminasi dengan feses, dan yang paling utama adalah karena kondisi tangan yang kotor. Itulah sebabnya mengapa pegawai restoran dan perawat anak diharuskan mencuci tangan setelah dari kamar mandi atau setelah mengganti popok bayi. Gejala hepatitis A biasanya muncul setelah 2 – 6 minggu setelah terpapar virus.

Penularan penyakit hepatitis A bermula dari kondisi kebersihan yang kurang terjaga. Beberapa penularan penyakit ini antara lain :

  • Mengkonsumsi makanan dan minuman yang terkontaminasi oleh tinja seseorang yang terinfeksi hepatitis A.
  • Mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan yang dicuci dengan menggunakan air yang telah terkontaminasi.
  • Berhubungan seksual dengan penderita hepatitis A.
  • Mengkonsumsi makanan laut yang tercemar oleh limbah
  1. Hepatitis B

Penyakit hepatitis jenis ini penularannya tidak semudah pada penyakit hepatitis A. Karena penularan yang terjadi adalah melalui darah atau produk darah yang sudah terinfeksi oleh penderita penyakit hepatitis B. Penggunaan jarus suntik secara bersama-sama misalnya. Atau bisa juga melalui hubungan seksual.

baca juga: Madu Untuk Liver

Penyakit hepatitis B dapat ditularkan melalui,

  • Kontak darah. Dapat terjadi melalui transfusi darah yang dilakukan pada orang yang terkena virus HBV kepada orang yang belum terinfeksi.
  • Dari ibu pada anaknya. Misalnya seorang ibu yang terinfeksi penyakit ini mengandung, maka dengan mudahnya janin akan terserang virus HBV
  • Kontak seksual.
  1. Hepatitis C

Penyebab dan gejala hepatitis C sama dengan hepatitis C. Gejala yang kemungkinan muncul setelah 1 – 10 minggu setelah terpapar.

  1. Hepatitis D

Disebabkan oleh virus Delta. Virus yang hanya dapat berkembang biak jika sudah terinfeksi virus hepatitis B. Penyakit jenis ini sangat jarang terjadi, namun merupakan jenis hepatitis yang sangat berbahaya.

Sangat sulit membedakan penderita hepatitis D dengan hepatitis B. sebab gejalanya hampir sama. Seperti merasa mudah lelah, muntah, sakit perut, timbul rasa nyeri pada bagian persendian, warna urine menjadi gelap dan perubahan warna kulit ditubuh menjadi kuning.

Penularan hepatitits D melalui kontak dengan darah atau cairan tubuh lainnya yang telah terkontaminasi virus. Menurut Rumah Sakit Anak di Philadelphia, sekitar 5% penderita hepatitis B juga memiliki hepatitis D.

Selain penyakit jenis hepatitis diatas, ada juga hepatitis E, hepatitis F dan hepatitis G. Tetapi sangat jarang menimpa manusia. Agar terhindar dari penyakit hepatitis, ada beberapa tips yang dapat dilakukan. Antara lain :

  • Imunisasi
  • Memelihara kebersihan diri dengan baik
  • Tidak meminjam barang orang lain
  • Setia pada pasangan dan tidak melakukan hubungan seksual dengan orang lain
  • Tidak melakukan donor darah jika mengidap penyakit hepatitis
  • Membersihkan ceceran darah

Seperti yang telah disebutkan diatas, madu memiliki kandungan lengkap yang dapat digunakan sebagai suplemen kesehatan dan juga membantu proses pengobatan penyakit yang menyerang tubuh. Dengan sifatnya sebagai antiradang, antibakteri dan antiseptik, madu untuk penderita hepatitis layak dimanfaatkan. Selain itu, dengan kemampuannya dalam merangsang regenerasi jaringan karena terdapat kandungan nutrisi yang meliputi asam amino, mineral, vitamin dan glukosa sangat membantu mengobati peradangan yang terjadi pada hati.

Tetapi perlu diingat, ketika memutuskan menggunakan madu untuk hepatitis, pilihlah madu yang terjaga kualitas dan keasliannya. Kita sering menemukan ada agen atau distributor yang begitu gencar mengiklan jual madu asli yang berasal dari berbagai daerah. Sebelum memutuskan membeli, pastikan penjual madu yang akan kita beli produknya dapat dipercaya. Silahkan di cek track record mereka dalam dalam melayani permintaan dari konsumennya.

madu untuk hepatitis

Penggunaan Madu Untuk Hepatitis Dalam Proses Pengobatannya.

Madu untuk penyakit hepatitis layak mendapat perhatian dalam upaya penyembuhannya.  Hepatitis merupakan proses peradangan pada jaringan hati. Lebih dikenal dengan nama sakit liver atau sakit kuning. Namun tidak semua sakit kuning disebabkan oleh radang hati. Bila tidak segera diatasi bisa menyebakan kematian.

Pengobatan penyakit tidak akan menampakkan hasil yang signifikan jika tidak dibarengi dengan mengurangi atau menghindari dari penyebab penyakit tersebut. Salah satunya adalah dengan memperhatikan makanan yang berpeluang menambah parah penyakit hepatitis. Jika tidak mengindahkan pantangan penyakit hepatitis, pengobatannya tentu tidak akan berjalan lancar.

baca juga: Madu Untuk Penderita Stroke

Penyakit akan lebih cepat menyebar walaupun telah terobati. Madu dan hepatitis B adalah contoh pemanfaatan bahan alami untuk mengobati salah satu jenis hepatitis selain menghindari makanan yang berpotensi memperparah keadaan.

Lalu apa saja makanan pantangan bagi penderita hepatitis? Berikut ini adalah beberapa makanan pantangan penyakit hepatitis.

  1. Makanan berlemak (gorengan, otak hewan, margarin dan semua makanan yang diolah menggunakan minyak berlebih)
  2. Kacang-kacangan
  3. Makanan pedas (cabai, lada, jahe, bawang dan sejenisnya)
  4. Makanan penghasil gas (kol, sawi, lobak, mentimun, umbi singkong, umbi jalar, talas, durian dan nangka)
  5. Susu beku/keju
  6. Kafein
  7. Daging hewani (daging kambing, daging kerbau dan daging sapi)

Lalu bagaimana caranya memanfaatkan cairan kental manis ini sebagai madu hepatitis c atau hepatitis lainnya? Penggunaannya dicampur dengan bahan-bahan alami lainnya yang kebanyakan bersifat hepatoprotektif (melindungi sel hati terhadap pengaruh zat beracun). Kombinasi herbal alami yang berasal dari alam ini akan memaksimalkan proses penyembuhan.

madu untuk penderita hepatitis

Berikut ini adalah beberapa contoh resep ramuan obat herbal alami untuk mengobati hepatitis. Madu obat hepatitis A bukan omong kosong, tentu dengan kombinasi bahan herbal alami.

  • Ramuan 1.

Bahan yang dibutuhkan : 9-15 gram batang bugenfil kering, 3 gelas air dan 1 sendok makan madu.

Cara membuatnya: potong batang bugenfil tipis-tipis setelah dibersihkan sebelumnya. Rebus didalam panci dengan 3 gelas air hingga menyusut tersisa 1 gelas. Setelah dingin, saring dan minum setelah ditambah madu dua kali sehari pagi dan sore masing-masing setengah gelas.

  • Ramuan 2

Bahan yang dibutuhkan: 1 jari batang brotowali, 3 gelas air dan 1 sendok makan madu. Cara membuat dan konsumsinya sama dengan ramuan 1.

  • Ramuan 3

Bahan yang diperlukan: 1 jari rimpang kunyit dan 1 sendok makan madu.

Cara membuat: rimpang kunyit dicuci bersih kemudian diparut. Tambahkan sedikit air pada parutan, saring dan tambahkan madu. Diminum tiga kali sehari.

  • Ramuan 4

Bahan-bahannya: 2 jari rimpang segar temulawak, madu secukupnya.

Cara membuat: Temulawak dikupas lalu dicuci bersih. Bilas dengan air matang kemudian diparut. Tambahkan setengah cangkir air hangat dan satu sendok madu. Aduk hingga merata kemudian saring. Air saringan diminum sehari dua kali.

Itulah beberapa ramuan yang digunakan untuk mengobati penyakit hepatitis. Madu untuk hepatitis yang pemanfaatannya dicampur dengan bahan alami lain tentu meningkatkan kemampuannya dalam proses pengobatannya.

 

Salam sehat…..

Please Login to Comment.

five × four =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.