Pemanfaatan madu untuk gatal kulit rupanya kini menjadi obat alami yang dijadikan alternatif utama para keluarga pengguna herbal. Pruritus atau yang biasa dikenal dengan gatal ini adalah sejenis penyakit kulit yang memicu penderitanya untuk melakukan garukan. Biasanya ditandai dengan kulit yang terlihat merah (ruam). Bisa juga disertai bintik-bintik kecil berair atau bernanah yang tentu sangat mengganggu kenyamanan penderitanya. Ada pula yang mengistilahkannya dengan urtikaria, yakni keadaan abnormalitas pada kulit yang terjadi akibat reaksi vaskular terhadap bermacam-macam sebab, diantaranya dikarenakan oleh alergi.

obat alami madu untuk gatal kulit yang wajib kita ketahui

 

Gatal pada kulit bukan lagi menjadi hal yang aneh di kalangan masyarakat. Bisa dibilang hampir semua orang tentu pernah merasakan gatal kulit, meski penyebabnya berbeda-beda. Gatal juga merupakan suatu respon alami yang bisa dijadikan indikator bahwa terjadi permasalahan pada kulit maupun dalam tubuh kita. Bisa disebabkan oleh jamur, bakteri, kuman, maupun virus yang dapat menyerang di satu bagian kulit tertentu, atau bahkan di seluruh permukaan kulit tubuh.

Untuk mengetahui lebih jauh tentang penyebab-penyebab gatal kulit, pada artikel kali ini akan kami bahas lebih detail mengenai penyebab gatal dan penggunaan madu untuk mengatasi gatal-gatal pada kulit sebagai solusinya.

Penyebab Gatal dan Khasiat Madu untuk Gatal Kulit

Tanda-tanda gatal yang muncul pada kulit akan berbeda-beda tergantung dari jenis faktor penyebabnya. Secara garis besar penyebab gatal disimpulkan ada 7 faktor penyebab gatal, diantaranya adalah sebagai berikut :

  1. Penyakit Kulit : Penyebab gatal kulit yang umum dan sering kali menyerang tubuh kita adalah gatal yang disebabkan penyakit kulit, penyakit kulit ini pun dikategorikan bermacam-macam, antara lain :
  • Penyakit Kulit Psoriasi : Penyakit peradangan kronis pada kulit yang bersifat autoimun, hal ini terjadi karena reaksi sistem imunitas tubuh sedang menurun. Ditandai dengan bintik memerah, kemudian menyebar dan mengakibatkan bercak kulit mati dan bersisik. Biasanya terjadi di bagian-bagian tubuh tertentu, misalnya di daerah siku, punggung bagian bawah, lutut, dan bagian kaki lainnya.
  • Penyakit Kulit Dermatitis Kontak : Penyakit peradangan kulit yang disebabkan karena kontak dengan zat iritan tertentu, misalnya bahan kimia, tanaman, parfum, dan lain-lain. Hal ini ditandai dengan ruam merah pada kulit dan menyebabkan. Meski tidak menular, namun dermatitis kontak ini sangat membuat tidak nyaman bagi penderita.
  • Kurap : Tinea atau biasa disebut dengan kurap ini adalah penyakit yang disebabkan oleh jamur yang biasa menyerang bagian atas tubuh, kuku, selangkangan dan kaki. Penyakit kulit ini menular apabila terjadi kontak dengan penderita. Umumnya ditandai dengan munculnya bintik-bintik merah berair yang membentuk lingkaran seperti cincin, terasa gatal dan panas.
  • Kudis : Penyebab salah satu penyakit kulit menular ini adalah tungau sarcoptes scabies. Tungau akan membuat liang dan bersarang di bawah lapisan permukaan kulit. Ditandai dengan ruam berbintik merah dan gatal ketika malam hari

penyebab gatal dan khasiat madu untuk gatal kulit

  • Penyakit kulit Panu : Panu adalah salah satu jenis penyakit kulit yang disebabkan oleh infeksi jamur. Terasa sangat gatal apabila tubuh sedang berkeringat. Panu ditandai dengan bercak-bercak pada kulit, berwarna lebih terang atau lebih gelap dari warna kulit aslinya. Pada beberapa kasus tertentu, panu juga bisa berwarna merah muda atau merah.
  • Biduran : Penyakit kulit ini terjadi akibat reaksi kulit terhadap alergi tertentu yang menyebabkan munculnya bentol-bentol merah atau bening pada kulit. Biasanya terjadi di bagian tubuh tertentu dan dapat menyebar. Terasa sangat gatal, bahkan panas dan perih.
  • Eksim : Penyakit ini disebut juga dengan dermatitis alergi. Gatal berkembang setelah penderita melakukan kontak dengan alergen seperti makanan, sabun, atau kosmetik tertentu. Umumnya penyakit eksim ditandai dengan kulit sedikit bersisik, melepuh, dan ketika malam hari terasa sangat gatal.
  • Folikulitis : Penyakit peradangan pada folikel kulit (tempat tumbuhnya rambut) yang ditandai dengan benjolan kecil berisi nanah, terasa gatal dan membuat kulit meradang. Biasanya terjadi di bagian tubuh yang ditumbuhi rambut.
  • Prurigo (Darah Manis) : Penyakit kulit yang satu ini biasanya ditemukan pada bagian leher, lengan, dan kaki. Prurigo dapat menyebabkan lesi pada kulit yang mengakibatkan tumbuhnya benjolan-benjolan merah dan terasa gatal luar biasa (ekstrim).
  • Impetigo : Infeksi kulit ini diawali dari masuknya bakteri yang menembus permukaan kulit melalui luka ataupun gigitan serangga. Umumnya terjadi pada bagian wajah dan dapat menyerang anak-anak. Penyakit kulit ini ditandai dengan adanya bercak kulit yang terlihat melepuh dan berisi cairan, terasa gatal dan perih. Bercak akan dapat menyebar ke bagian kulit yang lain apabila digaruk.
  • Athlete’s Foot (Kutu Air) : Tinea Pedis (athlete’s foot) atau yang sering dikenal dengan sebutan kutu air ini adalah sejenis penyakit kulit yang disebabkan oleh jamur parasit yang tumbuh di sela-sela jari kaki. Ditandai dengan kulit bersisik (mengelupas), terasa gatal dan panas.

2. Xerosis atau Kulit Kering

Xerosis (kulit kering) adalah kondisi kulit berkurang kadar kelembabannya, terlihat bersisik dan pecah-pecah. Disebabkan oleh faktor lingkungan, sering terkena AC, tidak menggunakan pelembab kulit, sering terkena detergen, dan terlalu sering mandi dengan air hangat. Hal ini mengakibatkan ruam pada kulit, gatal, dan mengelupas.

3. Gigitan Serangga

madu untuk gatal kulit

Tentu sudah tidak heran lagi di telinga kita, bahwa salah satu penyebab rasa gatal-gatal pada kulit dikarenakan oleh gigitan serangga, antara lain :

  • Nyamuk : ditandai dengan bentolan pada permukaan kulit yang terasa sangat gatal.
  • Ulat Bulu : terjadi benjolan pada permukaan kulit, terasa gatal dan panas.
  • Tungau : terjadi ruam berbintik merah yang sangat gatal pada malam hari.
  • Kutu rambut : jenis serangga ini hidup di area rambut kepala dengan cara menghisap darah dari kulit kepala dengan gigitannya. Hal ini menyebabkan ruam pada kulit kepala dan sangat gatal.

4. Faktor Kehamilan

Kehamilan merupakan salah satu faktor penyebab gatal-gatal pada kulit. Berbeda dengan penyakit kulit lainnya, gatal pada ibu hamil tidak ditandai dengan adanya ruam atau bintik-bintik kemerahan. Gatal pada ibu hamil ini sangat wajar, mengingat selama masa hamil terjadi peningkatan suplai darah ke dalam kulit, ditambah lagi dengan kondisi janin semakin membesar yang mengakibatkan peregangan pada kulit perut yang menyebabkan perut terasa gatal. Namun ada juga ibu hamil yang mengalami kondisi gatal parah yang disebabkan oleh gangguan fungsi hati. Kondisi ini biasa disebut dengan obstretic cholestasis (OC) atau intrahepatic cholestasis of pregnancy (ICP), kondisi dimana terjadi penyambutan pada saluran empedu, sehingga garam empedu tidak mengalir secara baik dari hati ke usus. Pada akhirnya akan mengakibatkan garam empedu yang terkandung zat bilirubin di dalamnya, menjalar pada aliran darah sampai ke lapisan kulit yang akan menyebabkan gatal-gatal.

5. Penyakit Dalam : Penyakit dalam juga dapat menjadi faktor yang menyebabkan gatal pada kulit, sebagai contoh penyakit leukimia, lymphoma, hepatitis, gangguan tiroid, penyakit ginjal, dan gangguan fungsi hati. Pada umumnya gatal yang disebabkan karena penyakit dalam ini tidak ditandai adanya ruam kemerahan, namun gatal akan dirasakan pada sekujur tubuh.

6. Gangguan Saraf : Gangguan saraf juga dapat menjadi faktor penyebab gatal pada kulit. Seperti diabetes, cacar air, dan saraf terjepit.

7. Reaksi Alergi : Alergi yang mengakibatkan gatal kulit biasanya disebabkan oleh alergi makanan, alergi obat-obatan, alergi dari hewan, dan alergi substansi yang penyebarannya melalui udara.

Setelah mengetahui 7 penyebab gatal-gatal di atas, lalu apa saja sih khasiat madu dan bagaimana cara penggunaan madu untuk mengobati gatal kulit?

 

cara penggunaan madu untuk mengobati gatal kulit

Madu dikenal sebagai cairan multivitamin yang sangat baik digunakan untuk penyembuhan, kecantikan, suplemen alami dan untuk meningkatkan daya imunitas tubuh. Madu juga dapat dimanfaatkan untuk pengobatan gatal kulit, karena di dalam madu terkandung nutrisi sebagai zat anti inflamasi dan anti bakterial.

  • Madu sebagai anti inflamasi : Madu mengandung zat flavonoid yang dapat menghambat pertumbuhan radikal bebas penyebab radang pada kulit yang gatal, atau biasanya dikenal dengan ruam dan berwarna kemerahan. Flavonoid yang terkandung dalam madu murni juga sangat baik sebagai anti alergi dan dapat mempercepat proses penyembukan luka gatal.
  • Madu sebagai anti bakterial : Anti bakterial pada madu dihasilkan oleh enzim hidrogen peroksida yang terkenal ampuh mematikan bakteri. Hal ini dipengaruhi karena kekentalan madu dan kadar pH madu yang asam, berkisar antara 3,2 sampai 4,5. Pada kadar tersebut bakteri tidak mampu tumbuh dengan baik, sehingga madu sangat cocok digunakan sebagai pilihan antiseptik alami dalam penyembuhan gatal kulit.

Penggunaan madu sebagai obat alami untuk gatal-gatal kulit juga sangat mudah. Dapat langsung dioleskan ke bagian kulit yang gatal dan bisa juga diimbangi dengan pengobatan dari dalam. Namun, ada beberapa langkah yang harus dilakukan :

  • Bersihkan kulit yang gatal dengan air hangat sebelum dioles madu. Hal ini dilakukan supaya menghilangkan kuman yang menempel pada kulit dan dapat membuka pori kulit supaya madu terserap secara optimal
  • Keringkan dengan handuk khusus yang bersih. Usahakan untuk menepuk secara perlahan supaya gatal tidak menyebar ke bagian kulit yang lain.
  • Oleskan madu asli secara langsung pada kulit yang gatal-gatal ringan.
  • Pada kasus gatal parah, seperti eksim basah, dapat menggunakan kunyit sebagai bahan campuran. Caranya cukup mudah, parut beberapa ruas kunyit kemudian peras. Ambil satu sendok makan perasan air kunyit tersebut (bisa juga menggunakan bubuk kunyit) dan campurkan dengan 2 sendok makan madu asli. Aduk hingga merata, lalu balurkan pada kulit yang gatal parah.
  • Tunggu sampai kering atau sekitar 30 menit. Kemudian cuci kembali dengan air hangat. Lakukan setiap hari sampai gatal-gatal berangsur sembuh.
  • Agar lebih optimal, dapat dibarengi dengan penyembuhan dari dalam, yakni dengan mengonsumsi air kelapa hijau yang dicampur dengan 2 sendok makan madu asli. Air kelapa hijau dikenal mampu membunuh toksin penyebab alergi pada tubuh.

Selain menggunaan madu untuk gatal kulit, upayakan untuk tidak melakukan garukan pada kulit yang gatal. Menggaruk justru akan mengakibatkan kulit lecet dan luka semakin terbuka (melebar). Pastikan juga madu yang Anda gunakan adalah madu asli berkualitas supaya mendapat hasil yang optimal dalam penyembuhan dan mempertahankan daya tahan tubuh.

Semoga artikel ini bermanfaat untuk menambah wawasan dan dapat menjadi solusi bagi Anda yang menderita gatal kulit.

Please Login to Comment.

5 × four =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.