Menggunakan madu untuk luka operasi adalah penyembuhan alami yang murah dan aman, meskipun belum banyak orang yang mengetahuinya. Sudah tidak asing lagi untuk kita ketahui jika operasi pasti akan meninggalkan bekas luka jahitan pada kulit mulus Kita. Beragam cara akan dilakukan  banyak orang agar luka dapat sembuh dan segera mengering tanpa meninggalkan bekas yang mengganggu penampilan.

Penyembukan luka operasi memang membutuhkan waktu yang berbeda-beda setiap orang, tergantung dengan jenis operasinya, ada atau tidaknya infeksi, aliran darah pada daerah luka, nutrisi tubuh, maupun penyakit yang diderita pasien, seperti kencing manis, diabetes, atau yang lainnya. Rata-rata penyembuhan luka operasi memakan waktu kurang lebih 6 (enam) pekan dalam keadaan normal.

pemanfaatan madu untuk luka operasi yang belum banyak diketahui orang

Dalam proses penyembuhan luka operasi tentu akan menyita perhatian khusus, mulai dari perawatan luka luar dan asupan makanan sehari-hari pasca operasi. Asupan makanan juga harus memperhatikan kandungan nutrisi supaya proses penyembuhan luka lebih cepat. Zat kaya nutrisi dan vitamin yang sangat baik untuk penunjang kesehatan setelah operasi salah satunya adalah madu. Banyaknya zat yang terkandung di dalamnya menjadikan madu berkhasiat untuk mengobati luka operasi.

Penelitian dan Manfaat Madu Untuk Luka Operasi

Cairan lebah yang sering digunakan untuk kesehatan dan kecantikan ini ternyata telah terbukti ampuh dalam penyembuhan luka operasi. Hasil penelitian mutakhir ilmuwan dari Cardiff Metropolitan University Wales menerangkan bahwa madu dapat membasmi infeksi luka parah, sekaligus menghambat pertumbuhan bakteri di dalam luka, termasuk luka operasi.

Seperti yang telah dikemukakan pula dalam jurnal microbiologi, seorang peneliti mengungkapkan bahwa madu dapat memusnahkan bakteri streptococcus pyogenes dan mencegah bakteri tersebut tumbuh pada jaringan kulit yang luka. Streptococcus pyogenes ialah bakteri yang menyebabkan penyakit serius pada manusia yang bermula dari infeksi permukaan kulit. Bakteri inilah yang seringkali membentuk biofilm pada luka yang terinfeksi dan menjadi penghalang masuknya obat-obatan penyembuh luka. Sehingga seringkali luka tak kunjung sembuh dengan obat kimia, karena daya serap obat kimia ke dalam kulit yang sangat rendah.

Madu yang dipercaya sebagai salah satu obat perawatan luka operasi adalah jenis madu hutan, karena hasil riset telah membuktikan bahwa madu hutan mampu menghentikan pertumbuhan lebih dari 80 jenis bakteri jahat, memiliki sifat antimikroba dan anti-inflamasi yang sangat baik digunakan untuk merawat luka dengan daya serap tinggi pada kulit. Madu jenis ini bisa Anda dapatkan dari orang yang jual madu hutan asli murni dengan kualitas terbaik, sehingga sangat menunjang dan mempercepat proses penyembuhan luka operasi.

penelitian dan manfaat madu untuk luka operasi

Selain beberapa manfaat yang telah dipaparkan di atas, ada berbagai keistimewaan lain yang dapat kita peroleh dari penggunaan madu untuk merawat luka operasi, antara lain :

  1. Madu mampu sebagai anti radang yang ditandai dengan rasa nyeri dan bengkak akan berkurang, serta luka cepat mengering. Hal ini dikarenakan madu memiliki daya osmolaritas yang sangat tinggi sehingga akan menyerap cairan pada luka dan memperbaiki sirkulasi di daerah luka.
  2. Madu dapat memperbaiki jaringan kulit mati pada luka operasi.
  3. Madu memiliki sifat anti bakteri dan antioksidan yang tinggi sehingga mampu menghalangi radikal bebas yang akan merusak jaringan baru.
  4. Madu dapat merangsang produksi sel darah putih yang dapat mempercepat penyembuhan luka.
  5. Madu dapat mengikat fibronektin untuk mencegah luka semakin bertambah parah.
  6. Madu dapat meningkatkan sistem imun dan mengembalikan kesegaran tubuh pasca operasi.

Beberapa penelitian dan khasiat yang terkandung di dalam madu yang telah dipaparkan di atas tentu menjadi bukti bahwa penggunaan madu dalam mengobati luka operasi adalah satu langkah alternatif yang tepat dan terbukti aman untuk dilakukan.

Penggunaan Madu untuk Luka Operasi dan Hal-Hal yang Harus Diperhatikan

Perlu kita ketahui bahwa ada 2 kategori operasi, yakni operasi ringan (bedah ringan) dan operasi berat. Operasi ringan bisa dicontohkan seperti operasi mata ikan pada kaki dan operasi benjolan lipoma. Sedangkan operasi berat merupakan sebutan untuk operasi penyakit dalam pada kondisi tubuh yang kritis, seperti operasi patah tulang, operasi usus buntu, operasi batu ginjal, operasi kista, dan lain-lain.

Tentu hal ini yang akan membedakan cara perawatan lukanya. Namun pada kedua kasus tersebut ada 2 langkah pengobatan yang saling tersinergi satu dengan yang lainnya supaya penyembuhan dengan madu akan lebih optimal. Kedua langkah tersebut yakni melakukan pengobatan dalam dan pengobatan dari luar.

1. Pengobatan Luar Pada Luka Operasi

  • Pastikan bahwa luka operasi selalu dalam keadaan steril dan jauh dari kuman, Anda bisa membersihkannya menggunakan cairan khusus luka atau dapat menggunakan air masak yang bersih.
  • Apabila luka masih basah, Anda dapat mengompresnya dengan kassa lembab.
  • Ganti kassa/pembalut luka secara rutin minimal 2x dalam sehari.
  • Gunakan balutan dari bahan yang aman serta memberikan sirkulasi udara yang cukup pada luka.
  • Oleskan madu secara perlahan dan merata pada bagian yang luka.
  • Balut kembali luka dengan kassa yang baru supaya luka tidak terkena kotoran dan bakteri dari luar.
  • Saat mengganti kassa, basahi kassa dengan sedikit air agat tidak lengket pada luka.

madu untuk luka operasi

2. Pengobatan dari Dalam Pasca Operasi

  • Rutin mengonsumsi madu
    Mengonsumsi madu sebelum tidur maupun di pagi hari selain bermanfaat untuk memberikan energi yang lebih pada penderita, juga dapat meningkatkan sistem imunitas tubuh. Zat yang kaya akan mineral dan multivitamin ini sangat disarankan menjadi asupan tambahan dalam proses penyembuhan pasca operasi.
  • Mengonsumsi Ikan Gabus
    Channa satriata atau ikan gabus merupakan sumber makanan yang sangat dianjurkan untuk mempercepat sembuhnya luka operasi. Ikan gabus dikenal memiliki zat protein yang disebut dengan albumin. Kadar albumin yang terdapat dalam ikan gabus termasuk paling tinggi yakni sekitar 6,224g. Ikan gabus ini juga diperkaya dengan vitamin A, B1 dan zinc, sehingga sangat dipercaya untuk penyembuhan bekas luka bakar dan membantu mempercepat menutup luka operasi.
  • Asupan Nutrisi yang Cukup
    Penyembuhan pasca operasi juga harus memperhatikan asupan nutrisi yang dimakan sehari-hari. Perbanyak memakan buah dan sayuran yang mengandung vitamin A, vitamin C dan zat flavonoid, bisa didapat dari sayur brokoli, bayam, wortel, putih telur, tomat, dan buah melon. Kandungan tersebut sangat membantu dalam membangun jaringan ikat pada kulit sehingga sangat menunjang penyembuhan luka operasi.
  • Istirahat yang cukup
    Selain asupan makanan yang harus diperhatikan, penderita juga sangat dianjurkan untuk mengatur waktu istirahat yang cukup dan menghindari aktivitas fisik yang berat, seperti mengangkat beban maupun berolahraga yang menguras tenaga. Diperbolehkan melakukan gerakan ringan yang aman untuk menjaga agar aliran darah tetap lancar.
  • Perbanyak Minum Air putih
    Air putih berperan penting untuk mengganti cairan tubuh yang hilang pasca operasi. Selain
    mengganti ion tubuh, air putih juga dapat membantu mengalirkan oksigen dan memperlancar
    peredaran darah. Hal ini bermanfaat untuk mempercepat merapatkan luka operasi.

Demikian hal-hal yang harus diperhatikan agar sinergi madu untuk luka operasi dapat bekerja secara optimal dalam mengembalikan kesehatan tubuh dan mempercepat pengeringan luka operasi. Semoga Anda semakin yakin dan tidak ragu untuk selalu menyediakan madu sebagai asupan nutrisi tambahan bagi Anda.

Please Login to Comment.

5 + four =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.