Madu untuk luka terbuka sudah digunakan sejak berabad-abad lalu dan terbukti efektif khasiatnya. Dan fungsi madu sebagai bagian dari properti medis kemudian mulai kembali mencuat di masyarakat sebagai sebuah alternatif pengobatan alami pada luka terbuka. Riset mengenai manfaat madu untuk luka ini sendiri salah satunya dilakukan oleh tim pekerja di unit riset madu Wakaito, Selandia Baru.

Meskipun pada sebagian besar kejadian luka, madu biasanya digunakan ketika pengobatan konvensional dengan menggunakan antibiotik dan antiseptik tidak berjalan dengan baik sehingga tidak efektif dalam upaya cara menyembuhkan luka misalnya pada kulit. Selain berguna untuk mengobati, manfaat madu untuk kulit pada umumnya juga telah banyak yang merasakannya.

Berbagai pengecekan dan penelitian yang dilakukan membuktikan bahwa luka-luka yang kecenderungan sembuhnya sulit dapat disembuhkan dengan menggunakan terapi madu. Diantara luka tersebut seperti inflamasi (peradangan), pembengkakan, dan bahkan dapat menghentikan bau busuk pada luka.

pemanfaatan madu untuk luka terbuka guna mempercepat penyembuhan

Bagaimana Madu Untuk Mengobati Infeksi dari Luka Terbuka?

Adapun kandungan madu yang mengandung anti bakteri kemudian bermanfaat dalam penyembuhan luka. Semisal sifat madu yang memiliki kadar air rendah sehingga sifat osmolisisnya tinggi membuat madu dapat mencegah pertumbuhan mikroorganisme.

Zat hidrogen peroksida yang merupakan hasil produksi reaksi enzim oksidasi glukosa setelah madu dioleskan pada luka terbuka. Hal ini membantu secara perlahan mengaktifkan aktifitas anti bakteri tanpa merusak jaringan otot.

Enzim oksidasi glukosa sendiri merupakan enzim yang ditambahkan oleh lebah pada madu, meskipun pada beberapa kasus enzim ini dapat dinonaktifkan mengingat ada enzim katalase yang terkandung pada darah, serum dan jaringan luka.

Beberapa jenis madu masih melakukan kegiatan anti bakteri bahkan ketika aktifitas hidrogen peroksida sudah berhenti. Contohnya madu dari pohon Manuka yang ditemukan memiliki level yang Antibacterial Phytocemical.

Sebagai tambahan terhadap penjelasan zat anti bakteri, madu juga menstimulasi aktifitas limpofisis (lymphocytic) dan fagositis (phagocytic) ). Keduanya adalah kunci imunitas tubuh dalam hal merespon dan bertarung melawan infeksi. Zat yang terkandung pada madu akan lebih berkhasiat saat madu tersebut asli maupun murni, sehingga perlu juga mengetahui perbedaan madu asli dan palsu agar dapat bekerja dengan baik untuk mengobati luka.

Limpofisis sendiri merupakan kegiatan pembentukan limfosis, jenis sel darah putih yang sangat penting dalam fungsi kekebalan tubuh alias antibodi. Dengan demikian limfosis memungkinkan tubuh kita untuk mengecek antigen dan mengetahui perbedaan dirinya dengan zat asing kemudian berputar di aliran darah dan sistem limpa kemudian memindahkan antigen tersebut ke jaringan yang memerlukannya sehingga luka kemudian lebih cepat sembuh.

Sedangkan fagositis adalah kegiatan menghasilkan fagosit, proses sebuah sel mengelilingi partikel padat di sekitarnya dengan menggunakan sitoplasma. Fagosit merupakan sel yang melindungi tubuh dengan memakan partikel asing yang dianggap membahayakan, bakteri dan sel mati.

penggunaan madu untuk luka luar

Pada luka luar terbuka tertentu, penggunaan madu pada luka dapat menghasilkan rasa sakit atau perih sementara waktu. Hal ini disebabkan oleh peradangan (inflamasi) memberi respon peka pada ujung syaraf nocioceptor yang kemudian merespon sifat asam pada madu. Tapi sifat asam ini pula yang menghambat pertumbuhan bakteri. Dengan demikian penggunaan madu untuk perawatan luka terbuka, sebaiknya oleskan madu secara perlahan agar efek terhadap sifat asam madu yang menyebabkan rasa perih itu dapat dikurangi.

Luka Apa Saja yang Dapat Diobati dengan Menggunakan Madu?

Madu pada umumnya digunakan untuk melawan pokok-pokok penyebab yang dapat membuat luka jadi infeksi. Dan madu dapat mengobati luka terbuka yang cukup banyak jenisnya. Diantaranya:

  • Luka borok pada kaki
  • Luka kaki pada penderita diabetes
  • Luka yang terinfeksi bekas operasi ataupun kecelakaan
  • Luka bakar

Kenapa luka bakar termasuk ke dalam daftar luka luar yang dapat disembuhkan dengan madu? Sebab madu memiliki kemampuan untuk melakukan anti-inflamasi (peradangan) pada luka sehingga cenderung mengurangi bekas luka terbakar atau mencegah agar luka luar terbuka tersebut tidak menjadi luka yang berair (melendung). Sedangkan pada luka yang sudah terkena infeksi, sangat disarankan menggunakan madu asli yang memang sudah terbukti secara klinis dapat menjadi alternatif pengobatan luka alami.

madu untuk luka terbuka

Bagaimana Memanfaatkan Madu untuk Luka Terbuka?

Luka terbuka yang sulit sekali sembuh ada baiknya tetap diperiksakan ke dokter ya. Sedangkan tips yang kami bagikan dalam tulisan ini adalah perawatan luka terbuka dengan menggunakan madu secara umum.

  • Jumlah madu yang digunakan tergantung atau disesuaikan dengan seberapa banyak darah (atau cairan) yang keluar dari luka tersebut. Atau seberapa besar ukuran lukanya. Jika jumlah cairan yang keluar banyak, maka semakin banyak pula anjuran jumlah madu yang digunakan.
  • Frekuensi penggunaan madu (berapa kali sehari) tergantung pada seberapa sering madu ini berhasil “dicairkan” (alias hilang/diserap) oleh luka tersebut. Jika diperhatikan, frekuensinya akan menurun seiring makin sering madu dioleskan pada luka yang terbuka karena fungsi penyembuhan oleh madu sudah mulai bereaksi sejak awal digunakan.
  • Menggunakan kassa atau penahan lainnya (semacam pad) dianjurkan agar madu tertahan di area luka terbuka sehingga tidak mudah hilang karena meleleh di sekitaran luka melainkan fokus di titik lukanya.
  • Sebaiknya oleskan madu pada luka dan sekitarnya guna mengefektifkan khasiat madu pada luka sebelum meresap seluruhnya.
  • Bisul, darah, nanah, lubang bekas luka, atau luka terbuka lainnya yang dalam, akan memerlukan madu lebih banyak guna mencukupkan kebutuhan madu meresap lebih dalam melewati jaringan otot. Teteskan madu pada luka sebelum menggunakan kassa yang juga sudah diolesi madu.

Bioacivity pada madu

Madu yang sudah secara ilmiah terbukti memiliki sejumlah anti bakteri dalam melawan bakteri dan jamur dengan potensi anti bakteri yang bervariasi tergantung pada jenis madu yang digunakan. Beberapa jenis madu berada pada nilai medium tentang jumlah antiseptik fenol dan bahkan sebagian besar mendekati angka standa yakni 13-18%.

Pada beberapa kasus alternatif perawatan luka terbuka menggunakan madu, meski sudah dioleskan pada luka, nilai fenol yang dimiliki madu masih di angkat 11% sehingga wajar jika ada kesimpulan bahwa meskipun madu sudah bercampur luka sehingga mulai mencair (tidak terlalu kental) tapi potensi anti bakterinya masih tetap tinggi.

Diantara kita mungkin bertanya sebagaimana antibiotik yang dapat menyebabkan resistensi bakteri terhadap obat tersebut, apakah aturan ini berlaku pada madu? Secara ilmiah di penelitian “resistence training” jangka panjang dengan 4 spesies bakteri yang biasa menginfeksi luka terbuka, tidak ada penurunan permanen kekebalan madu yang terjadi dan tidak terdeteksi adanya mutan resisten terhadap madu. Jadi tidak perlu khawatir akan adanya mutasi genetik pada bakteri akibat resistensi terhadap penggunaan madu sebagai obat luka.

Manfaat Madu untuk Luka Terbuka

Madu yang dikenal sebagai obat tentu bisa bermakna secara luas yakni obat untuk dalam (dalam arti dikonsumsi) maupun untuk mengobati berbagai luka luar yang terbuka sekalipun. Manfaat madu untuk luka terbuka karena sobekan akibat jatuh atau tergigit maupun pada kulit yang terkena minyak panas sudah penulis buktikan sendiri. Bisa dikatakan bahwa madu merupakan obat agar luka terbuka cepat kering dan tidak berbekas plus terhindar dari infeksi.

Jikapun ada bekas, bekasnya tidak terlalu buruk. Apalagi pada kasus tertentu, madu bahkan bisa mencegah luka jadi bengkak dan mempercepat darah berhenti keluar. Anda bisa memperhatikan efek penggunaan madu pada luka terbuka di luar tubuh berikut ini:

bagan hasil penggunaan madu pada luka luar

Kemampuan madu mengatasi sel kulit mati membantu jaringan yang terluka lebih cepat berganti kulit sehingga tidak menyebabkan borok. Selain itu, lingkungan lembab yang diciptakan madu setelah dioleskan pada luka terbuka membuat proses penyembuhan luka lebih baik dan jaringan baru mudah tumbuh.

Demikian mengenai cara mengobati luka dengan madu. Semoga bermanfaat.

Please Login to Comment.

10 + seven =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.