0 item in the bag

No products in the cart.

Open Reseller/ Dropshipper dari seluruh Indonesia ( 0823 6638 0788 )

Benarkah Madu Mengatasi Hipertensi Tanpa Memberikan Efek Buruk?

Sebagian orang beranggapan madu mengatasi hipertensi adalah sesuatu yang masih perlu pembuktian lebih lanjut, karena ada pendapat jika pengidap hipertensi dilarang mengkonsumsi madu. Ketika terkena penyakit hipertensi, salah satu yang harus dikurangi adalah segala yang memiliki rasa manis. Begitulah anggapan sebagian masyarakat kita. Benarkah demikian?

Hipertensi merupakan salah satu penyakit yang sering menyebabkan kematian. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) di tahun 2013 menunjukkan bahwa penderita hipertensi mencapai 25,8 persen dari jumlah penduduk Indonesia yang diderita oleh mereka yang berusia diatas 18 tahun. Dengan rincian penderita hipertensi perempuan lebih banyak 6 persen dibanding laki-laki. Sedangkan yang terdiagnosis oleh tenaga kesehatan hanya mencapai 9,4 persen saja. Dengan kondisi ini, sebenarnya banyak penderita hipertensi yang tidak terdata oleh pihak tenaga kesehatan dan tidak menjalani pengobatan sesuai yang dianjurkan. Tentu menyebabkan penyakit ini menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia.

benarkah madu mengatasi hipertensi tanpa memberikan efek buruk?

Penyakit yang sering disebut dengan darah tinggi ini merupakan kondisi tekanan darah dalam tubuh meningkat, sehingga menekan dinding arteri (pembuluh darah). Tak heran jika penyakit darah tinggi disebut sebagai “the silent killer”, dikarenakan tidak memiliki gejala yang jelas sehingga seseorang tak menyadari jika telah mengidap hipertensi. Satu-satunya untuk mengetahui apakah kita memiliki tekanan darah tinggi adalah dengan rutin mengukur tekanan darah. Beberapa penelitian bahkan menganjurkan untuk setiap orang dewasa memeriksa tekanan darah minimal lima tahun sekali. Perlu diketahui bahwa kekuatan darah menekan dinding arteri ketika dipompa oleh jantung keseluruh tubuh menentukan ukuran tekanan darah. Tekanan yang terlalu tinggi akan membebani arteri dan jantung, sehingga para pengidap hipertensi berpotensi terkena serangan jantung, stroke dan ginjal.

baca juga: Madu Mencegah Penuaan Dini

Pemeriksaan tekanan darah diukur dalam satuan merkuri per milimeter (mmHG) dan dicatat dalam dua bilangan yaitu tekanan sistolik (tekanan darah saat jantung berdetak memompa darah keluar) dan diastolik (tekanan darah saat jantung tidak berkontrasi/fase relaksasi). Jika tekanan darah kita 130/90 mmHG, berarti tekanan sistolik 190 mmHG dan tekanan diastolik 90 mmHG. Angka normal tekanan darah adalah berada dibawah 120/80 mmHG. Sedangkan pengidap hipertensi biasanya mencapai 140/90 mmHG atau lebih tinggi.

 

Memanfaatkan Madu Mengatasi Hipertensi Dengan Benar

Para pengidap hipertensi pada mulanya tidak menyadari jika telah terkena penyakit ini. Hal ini wajar terjadi, sebab darah tinggi cenderung tidak memiliki gejala yang jelas. Dalam beberapa kasus, seseorang yang memiliki tekanan darah yang sangat tinggi dapat mengalami gejala seperti sesak napas, sakit kepala berkepanjangan, mimisan, pandangan kabur atau penglihatan ganda. Jika mengalami gejala-gejala tersebut, alangkah baiknya segera memeriksakan diri ke dokter secepatnya. Jika tidak segera diatasi dapat menimbulkan penyakit serius lainnya, seperti stroke dan penyakit jantung. Atau jika enggan memeriksakan diri ke dokter, segera konsumsi obat-obatan yang dapat mengurangi gejala yang timbul. Sangat disarankan untuk mengkonsumsi obat herbal untuk mengurangi efek samping di kemudian hari. Pemanfaatan madu mengatasi hipertensi adalah salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi tekanan darah yang tinggi.

benarkah madu mengatasi hipertensi

Madu merupakan zat yang komposisinya sangat dekat dengan darah manusia. Sehingga ketika mengkonsumsinya dalam keadaan dicampur air dingin atau hangat, bahkan diminum langsung tidak memiliki efek negatif. Selain itu, cairan kental hasil produksi lebah ini merupakan satu-satunya makanan yang tidak akan rusak atau membusuk. Apakah aman digunakan mengatasi hipertensi? Tentu sangat aman. Karena madu dapat mengurangi tekanan dari hati serta memiliki efek menenangkan pada pembuluh darah, sehingga dapat membantu mengurangi tekanan darah tinggi. Apalagi madu bersifat antioksidan dengan kandungan nutrisi yang lengkap, seperti vitamin, probiotik, mineral, asam amino dan enzim.

Seperti penjelasan diatas, bahwa hipertensi tidak memiliki gejala yang jelas. Namun seiring dengan bertambahnya usia, kemungkinan untuk terkena hipertensi akan meningkat. Walaupun gejala darah tinggi tidak dapat didiagnosa dengan akurat, tetapi ada beberapa faktor yang diduga menjadi pemicu resiko serangan hipertensi.

  • Berumur diatas 65 tahun
  • Memiliki berat badan berlebih
  • Banyak mengkonsumsi garam
  • Jarang berolahraga
  • Kurang makan buah dan sayur
  • Riwayat keluarga (memiliki keluarga dengan hipertensi)
  • Terlalu banyak mengkonsumsi minuman beralkohol dan mengandung kafein

madu mengatasi hipertensi

Penggunaan madu secara rutin dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh dan melindunginya dari serangan bakteri dan virus. Ketika kita berdiri dengan cepat kemudian kepala terasa pusing, kemungkinan memilik tekanan darah rendah. Sedangkan jika merasa pusing ketika meletakkan kepala (rebahan), kemungkinan memiliki tekanan darah tinggi. Disaat inilah disarankan untuk mengkonsumsi cairan kental dari lebah tersebut dengan membeli terlebih dahulu di tempat atau orang yang jual madu asli berkualitas, karena meratakan ketidakseimbangan ini. Perlu diketahui, madu memiliki indeks glikemik lebih rendah dari gula. Oleh karena itu dapat digunakan sebagai pilihan utama pengganti gula. Dalam satu percobaan, peneliti menemukan bahwa swapping madu murni merupakan cara efektif untuk menjaga kadar gula darah tetap stabil.

 

Fakta Jika Madu Mengatasi Hipertensi Tanpa Memberikan Efek Buruk

Hipertensi tidak dapat dipandang sebelah mata. Sebab hipertensi lebih membebani jantung dan pembuluh darah jika tidak ditangani dengan seksama, sehingga penyakit ini dapat berpotensi menimbulkan komplikasi seperti :

  • Serangan jantung atau stroke
  • Aneurisme (pelebaran abnormal pada arteri)
  • Pembuluh darah kecil pada ginjal yang rusak akibat hipertensi
  • Sindrom metabolik (munculnya sejumlah masalah kesehatan yang dialami secara bersamaan)

Sebagai upaya pencegahan, upaya terbaik adalah dengan menerapkan pola hidup sehat. Seperti mengkonsumsi makanan bernutrisi, olahraga teratur, tidak merokok dan menghindari minuman beralkohol. Ada kaidah sederhana yang jika dicermati, maka akan menghindarkan kita dari penyakit. “Penyakit itu datangnya dari mulut.”

baca juga: Madu Mengobati Kanker

Artinya dengan menjaga asupan makanan maka potensi tubuh untuk tetap sehat terbuka lebar. Hal ini selaras dalam ajaran Islam perihal mencari rezeki yang sangat erat kaitannya dengan pola makan kita, halalan thoyyiban. Bahwa makanan tidak hanya halal, tetapi juga membawa kebaikan.

Setiap manusia pasti akan menghadapi masalah kesehatan. Dari yang paling ringan hingga yang membahayakan nyawa. Meskipun begitu segala penyakit yang menimpa kita pasti ada obatnya. Seperti sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh dari Jabir bin Abdullah ;

“Setiap penyakit pasti memiliki obat. Bila sebuah obat sesuai dengan penyakitnya maka dia akan sembuh dengan seizin Allah Subhanahu wa Ta’ala”  (H.R. Muslim)

madu mengobati darah tinggi

Madu yang memiliki kandungan nutrisi lengkap dipercaya mampu mengobati berbagai penyakit. Salah satunya adalah mampu menurunkan darah tinggi. namun apakah madu aman bagi mereka yang mengidap hipertensi?

Madu merupakan minuman yang memiliki efek melenturkan pembuluh darah sehingga mampu membantu mengurangi tekanan darah dari jantung. Mengkonsumsi madu membantu kita untuk meratakan ketidak seimbangan yang kemudian dapat menyebabkan hipertensi. Mengingat cairan kental manis ini memiliki indeks glikemik yang jauh lebih rendah dari gula.

Selain itu dengan rasanya yang manis dari gula, kita dapat menggunakannya sebagai pemanis untuk makanan atau minuman pengganti gula. Mengkonsumsi madu secara rutin merupakan cara efektif untuk menjaga kadar gula tetap stabil. Hal ini bisa dilakukan dengan minum 1 atau 2 sendok madu per hari ketika perut sedang dalam keadaan kosong. Kita juga dapat mencampurnya dengan ramuan lain yang bisa membuat tubuh semakin sehat.

Melihat fakta ini, tak salah jika madu mengatasi hipertensi tanpa menimbulkan efek buruk bagi tubuh. Dengan rutin mengkonsumsi madu, selain menjaga tubuh tetap sehat juga merupakan upaya kita untuk lebih memanfaatkan bahan dari alam yang telah terbukti bebas dari zat-zat kimia.  Sehingga kita dapat menjalani hidup dengan kondisi tubuh lebih sehat.

Leave a response

3 + 2 =