refillmadu.com

Ganti gula ke madu, sebuah frase yang terinspirasi dari diskusi dengan teman yang merupakan konsultan pemasaran. Beliau menceritakan pengalaman beliau menjadi konsultan seorang calon anggota dewan. Mereka berencana memproduksi baju kaos untuk dibagikan ke calon pemilih, tapi perlu ada pembeda dari calon yang lain.

Apa yang beliau dan tim lakukan terkait tulisan di baju tadi?

Teman saya dan timnya meng-create sebuah “tag line” yang gak membuat pemakai baju tersebut sebagai “juru kampanye” calon tadi. Tapi merasa sedang menggunakan pakaian dengan tulisan seperti baju-baju yang lain.

Nah, sepertinya di dalam kepala saya langsung berbunyi denting dan bercahaya. Saya menemukan sebuah ide tentang tagline produk madu kami. Tidak menuliskan langsung kata-kata : madu hutan, refillmadu, madu asli, madu murni atau apapun yang langsung membuat orang tau kalau kita sedang memasang iklan di baju yang ia kenakan.

Kalimat yang muncul dalam pikiran saya waktu itu adalah ganti gula ke madu, yang kita gunakan selalu di dalam hastag postingan di sosial media yang kita miliki.

#GantiGulakeMadu atau kalau disingkat menjadi #GGkM. Bahkan anggota tim saya menamakan dirinya sebagai tim ggkm.

gula semut, gula aren granul dari sipirok
gula semut di refillmadu

Gula Vs Madu

Seperti sudah jamak kita ketahui bersama bahwa gula rafinasi yang kita konsumsi selama ini memang tidak sehat. Gula memiliki rantai carbon ganda, jika masuk ke dalam tubuh, maka tubuh harus memecahnya menjadi rantai tunggal. Bagian tubuh yang bekerja untuk memecah rantai carbonnya adalah insulin yang dihasilkan pankreas.

Dalam jangka waktu yang lama, jika tubuh terus menerus memproduksi insulin, pankreas akan menjadi aus, kelelahan, dol atau apapu n sebutannya untuk alat yang sudah gak sanggup bekerja optimal lagi. Ketika pankreas tidak lagi optimal memproduksi insulin, tubuh tak sanggup lagi memecah rantai carbon gula dan itu yang menyebabkan kadar gula darah naik signifikan.

Kalau madu, ia dikenal sebagai monosakarida alias rantai carbon tunggal. Gak butuh bantuan insulin untuk dapat diserap oleh tubuh. tinggal glek langsung terserap. Inipula yang membuat konsumsi madu bagi penderita diabetes pada takaran tertentu tetap dibolehkan.

Salah satu langganan kami adalah cancer survivor, sudah meninggalkan gula bertahun tahun agar sel kankernya tidak berkembang pesat. ia meng ganti gula nya ke Madu. Menurut pengakuan beliau, tubuhnya menjadi lebih enak, ringan dan berenergi, seperti saat masih sehat dulu.

Saat kami aplikasikan tagline tersebut ke dalam materi/ konten marketing fisik seperti baju, maka si pemakai akan merasa bahwa mereka sedang tidak menggunakan baju yang digunakan sebagai iklan produk tertentu atau merasa sebagai brand ambasador. Walau sebenarnya baju tersebut kami bagikan ke reseller dan agen madu hutan kami, bukan dijual bebas.

Harapannya kawan-kawan bisa nyaman menggunakan baju tersebut dan membawa pesan “covert selling” madu ke mana-mana, lewat sebuah tagline sederhana Ganti Gula ke Madu.

Setelah memproduksi frase di atas, kami mulai memikirkan satu frase lain yang dapat kita gunakan sebagai tagline dan diaplikasikan ke materi/ konten marketing. Targetnya sama, sipemakai tidak merasa sedang menjadi brand ambasador.

Satu tagline lainnya yang terpikir oleh kami adalah Manis Tanpa Gula (#manistanpagula) tagline ini terpikir saat kami mengembangkan produk susu kurma di nail koffie.

Sebagai salah satu unit usaha refillmadu, produk produk di nail koffie juga mengadopsi tagline di atas. 95 % pemanis di kede kopi kami ini, menggunakan madu, sedangkan sisanya menggunakan gula semut atau gula aren berbentu granul.

Pada akhirnya, kami berharap masyarakat semakin familiar dengan madu sebagai salah satu produk terbaik alam untuk menjaga kesehatan kita dan keluarga.

nail koffie, kopi madu di medan - ganti gula ke madu
minum kopi madu di nail koffie medan