0 item in the bag

No products in the cart.

Open Reseller/ Dropshipper dari seluruh Indonesia ( 0823 6638 0788 )

Manakah yang Benar, Madu Asli Encer Atau Kental?

Salah satu pertanyaan yang sering saya dapati dari konsumen madu kami adalah kenapa madunya kok lebih encer dari tempat lain? Masih ada anggapan bahwa madu itu harus kental, jika tidak kental maka terindikasi madu itu tidak asli.

Memang sampai hari ini kami belum menemukan metode yang paling tepat memprediksi madu itu asli/ murni selain dengan melakukan serangkaian ujicoba di laboratorium. Dari berbagai sumber sesama pedagang madu yang melakukan edukasi ke pasar, kami juga menemukan jawaban yang sama. Bahwa kebanyakan “tes” yang katanya dapat menguji madu asli atau palsu itu hanya mitos yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

 

pohon sialang : sumber alami madu hutan

 

Madu Encer atau Kental Dipengaruhi Alam

Terkait Madu encer atau kental, ini juga tidak dapat dijadikan pedoman untuk mengatakan bahwa madu yang kental pasti asli lalu yang encer palsu. Karena salah satu sifat madu yang dapat menyerap “air” yang berada di sekitarnya membuat si madu menjadi lebih encer jika disimpan pada tempat terbuka (wadah tidak ditutup rapat).

Selain itu, sebagai negara tropis, kelembaban lingkungan kita juga tinggi, hal ini juga mempengaruhi kandungan air madu, sehingga madu – madu di negara tropis cenderung lebih encer jika dibandingkan negara subtropis. Apalagi jika dibandingkan dengan daerah timur tengah.

Madu idealnya memiliki kadar air dibawah 20%, sesuai dengan standar madu nasional dengan toleransi hingga 22 %. Sementara pada kenyataannya, madu hutan memiliki kadar air antara 22 -28%. Madu yang kami jual memiliki kadar air 24%. Jika pada musim penghujan, kadar air madu akan meningkat.

Mengurangi Kadar Air Madu dengan Dipanaskan

Untuk mengurangi kadar air, terkadang pengusaha madu melakukan proses pemanasan madu agar madu menjadi lebih kental (memiliki kadar air antar 17 – 20%). Tapi perlu diketahui juga bahwa saat dipanaskan dengan cara yang tidak benar, kandungan enzim di dalam madu akan mengalami kerusakan. Artinya memanaskan madu agar memiliki kadar air ideal dapat merusak madu itu sendiri.

Memang ada cara mengurangi kadar air madu dengan cara dipanaskan, namun tekniknya bukan dimasak seperti kebanyakan orang lakukan. Proses ini memakan waktu dan biaya yang tidak sedikit. Saya pernah berkunjung ke salah satu peternakan madu dan mereka memiliki alat untuk mengurangi kadar air madu. Alat itu berupa ruangan kedap udara, memiliki pemanas dan udara panas dialirkan ke dalam ruang yang diletakkan madu. Dan perlu diketahui, panas yang dialirkan tidak lebih dari 40 derajat celcius.

Sekali lagi saya katakan bahwa kadar air yang menyebabkan madu encer/ kental bukan menjadi patokan untuk menilai madu itu murni, asli atau palsu. Hanya saja memang semakin tinggi kadar air madu ini akan memicu proses fermentasi di dalam madu lebih cepat : Jika proses penyimpanannya tidak ditutup secara rapat. Jika proses fermentasi ini terjadi maka kualitas madu akan mengalami penurunan, bahkan sampai pada kondisi “madu rusak”.

 

madu hutan cenderung lebih encer

 

Madu Hutan Lebih Encer

Kadar air di madu hutan yang kami jual memang berkisar di angka 24%, ini tergolong tinggi sehingga madu yang kami jual terlihat lebih encer dari madu lain yang “mungkin” sudah di panaskan. Madu ini memiliki kadar air 24% tanpa kami panaskan, masih original dari proses pemanenan, penirisan dan penyaringan hingga di simpan pada jerigen – jerigen besar menunggu proses pengiriman.

Dengan kadar air yang agak tinggi ini kami berusaha mendelivery madu secepat mungkin ke konsumen sehingga dapat dinikmati saat madu dalam kondisi fresh.

Seperti sudah disinggung sebelumnya bahwa kandungan air madu sangat dipengaruhi alam, apalagi madu hutan yang berasal dari hutan tropis yang terkenal lembab (curah hujan tinggi), otomatis madu yang dihasilkan juga memiliki kadar air yang tinggi. Hanya saja saat saat musim kemarau biasanya kadar air akan sedikit turun.

Bagaimana Agar Dapat Menikmati Madu yang Asli?

Dengan beredarnya berbagai mitos seputar madu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, kami menyarankan kepada kawan – kawan yang ingin menikmati madu murni dan asli untuk membeli langsung ke peternakan madu atau ikut melakukan proses pemanenan madu di hutan. Dengan cara ini, hampir bisa dipastikan madu yang anda beli benar benar terjamin.

Namun, hal itu jelas menyulitkan kita, cara selanjutnya adalah kawan – kawan dapat membeli madu dari penjual yang anda kenal baik dan memang dapat dipercaya. InsyaAllah dengan cara ini potensi membeli madu palsu dapat dikurangi.

baca juga : Cara Sederhana dan Akurat Untuk Membedakan Madu Asli dan Madu Palsu

Bagaimana dengan Madu Palsu?

Menurut kabar yang kami dapat dari acara munas asosiasi perlebahan, 80% madu yang beredar di negeri kita diperkirakan palsu. Ini bukan maksud untuk menakuti.

Setidaknya, diketahui ada tiga model pemalsuan madu: pemalsuan jumlah, pemalsuan mutu, dan pemalsuan menyeluruh (Adji Suranto, 2007)

Pemalsuan jumlah dilakukan dengan menambahkan bahan lain ke dalam madu yang asli, contohnya menambahkan sirup fruktosa (salah satu jenis gula)  ke dalam madu atau menambahkan air gula atau menambahkan madu palsu.

Pemalsuan mutu dilakukan dengan cara mengurangi kadar air madu yang awal panen encer, lalu dipanaskan untuk mendapatkan madu yang kental. Sayangnya proses ini tidak sesuai standar, akibatnya madu justru mengalami kerusakan.

Sedangkan pemalsuan menyeluruh maksudnya madu yang dijual bukanlah madu yang dihasilkan lebah, melainkan madu yang dibuat di pabrik dan diklaim sebagai madu. Ini justru sangat berbahaya, karena kita tidak pernah tahu bahan yang dipakai untuk memproduksi madu palsu tersebut.

Pemalsuan dipicu karena meningkatnya permintaan madu yang banyak. Sehingga ada yang secara licik memanfaatkan ketidaktahuan konsumen dengan menyediakan madu yang sebenarnya bukan madu.

menikmati madu dan kopi

Pada Akhirnya…

Dengan kondisi masyarakat yang mudah sekali termakan mitos yang menyesatkan, ini malah menjadi tantangan bagi kami para penjual madu untuk terus melakukan edukasi tentang manfaat madu bagi kesehatan, membiasakan/ menggantikan fungsi “gula pasir” sebagai pemanis minuman sehari hari dan lain lain.

Sering saya ngobrol bareng kawan pengusaha kopi, madu dan kopi sama – sama memiliki manfaat kesehatan. Namun, industri kopi justru bergerak lebih cepat dari pada madu. Selain menghadapi tantangan mitos, kami juga harus memikirkan cara terbaik untuk “mempromosikan madu” sebagai minuman terbaik yang diberikan alam untuk manusia. Tidak tanggung – tanggung, madu sampai disebut Allah di dalam Al Qur’an sebagai makanan yang dapat menjadi “obat bagi manusia”.

Semoga dengan artikel ini dapat membuka cakrawala berpikir kita untuk tidak langsung menilai madu dari fisiknya yang encer atau kental, karena encer dan kental bukanlah indikator yang menunjukkan madu asli atau palsu. Semua tetap membutuhkan pembuktian dari laboratorium yang kredibel.

Leave a response

3 × 4 =