0 item in the bag

No products in the cart.

Open Reseller/ Dropshipper dari seluruh Indonesia ( 0823 6638 0788 )

Madu Berbusa Sebenarnya Asli Atau Palsu?

Pernah gak sih nemuin madu berbusa saat baru membelinya? Atau ketika membuka tutup botol madu terdengar letusan yang disertai dengan keluarnya lelehan madu? Ini tanda madu asli atau justru madu oplosan?

Banyak amat ya pertanyaannya…..

Dari sekian banyak hal yang meragukan konsumen ketika membeli madu adalah adanya busa atau gas yang sering tercampur didalamnya. Biasanya mereka cenderung menganggap madu berbusa adalah madu palsu dan tidak dapat disimpan dalam waktu yang lama. Benarkah demikian?

Justru sebaliknya, madu berbusa atau bergas justru menjadi ciri khas dari raw honey (madu murni) yang tidak melalui proses pasteurisasi setelah dipanen. Busa pada madu disebabkan oleh enzim diatase yang ditambahkan lebah pada saat proses pematangan madu.  Ini yang membedakan dengan madu hasil kemasan pabrik besar/pengemas madu yang selalu melakukan proses pasteurisasi sebelum madu dikemas.

Pasteurisasi itu apa sih?

Merupakan proses pemanasan madu yang bertujuan untuk mengurangi kadar air pada madu dengan suhu tertentu. Tujuannya tentu sudah jelas, membunuh microorganisme/enzim yang ada pada madu. Dengan tidak adanya enzim diatase maka madu tidak akan mengeluarkan busa.

Pada dasarnya madu berbusa mengindikasikan bahwa kandungan enzim dan vitamin yang lengkap dan baik untuk tubuh. Proses Pasteurisasi tentu akan menghilangkan enzim pada madu yang dapat mengurangi khasiat madu. Secara keseluruhan, enzim yang terkandung pada madu antara lain: amilase, glukooksidase, diatase dan proteolitik. Semua enzim ini berasal dari nektar, serbuk sari dan sekresi saliva lebah.

Manfaat madu yang begitu banyak tentu sudah tidak diragukan lagi. Salah satunya dimanfaatkan sebagai nutrisi tambahan untuk bayi.

Mitos Atau Fakta Madu Untuk Bayi Berbahaya

Efek dari busa atau gas pada madu biasanya dapat membuat tutup pada botol madu meletup atau wadah madu yang terbuat dari plastik akan mengembang. Ini pun bisa diatasi dengan mudah. Tidak mengisi penuh wadah madu merupakah salah satu trik untuk meminimalisir botol madu meletup. Lagipula madu yang dikonsumsi dengan rutin akan menjaga busa madu tidak sampai merusak kemasannya.

Kita pun harus memaklumi tindakan pabrik yang memproduksi dan mengemas madu melakukan proses Pasteurisasi yang notabene menghilangkan enzim-enzim penting yang terkandung pada madu. Bisa dibayangkan berapa kerugian pabrik dan pengemas madu jika produknya yang dipasarkan di mall, swalayan atau toko jika madunya meletup dan meluber sebelum sampai ketangan konsumen.

Meminimalisir kerugian akibat resiko meletup dan melubernya madu biasanya menjadi alasan pabrik dan pengemas madu besar melakukan proses Pasteurisasi  yang hasilnya adalah mengurangi kadar air madu menjadi <17%.

Perlu kita ketahui, rata-rata kadar madu di Indonesia adalah 21%-28%. Jadi hampir semua madu murni (raw honey) di Indonesia dapat dipastikan berbusa dan bergas.

Jadi jelas ya, rumor yang mengatakan madu berbusa merupakan madu dengan kualitas jelek sudah terbantahkan. Justru madu berbusa merupakan madu dengan kualitas terbaik. Masih khawatir mengkonsumsi madu berbusa dan bergas? Kalau masih ragu, baca ulang lagi dach dari atas.

Insya Allah aman kok untuk dikonsumsi. Karena madu berbusa membuktikan madu tersebut adalah raw honey (madu murni). Kalau masih ragu membeli madu berbusa dari penjual madu, carilah penjual atau distributor yang terpercaya. Salah satu distributor madu terpercaya dapat kamu dapatkan DISINI

Bermanfaat? Share ya…..