0 item in the bag

No products in the cart.

Open Reseller/ Dropshipper dari seluruh Indonesia ( 0823 6638 0788 )

Madu Hutan Sumatera Lebih Baik Dari Madu Ternak?

Madu Hutan Sumatera dikenal sebagai salah satu komoditas alam terbaik yang dihasilkan bumi Indonesia. Kondisi hutannya yang masih luas menjadi surga bagi jutaan koloni lebah untuk membangun ‘dinasti madu’.

Dengan luas hutan sekitar 125,9 juta hektare (data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan tahun 2017) menjadikan Indonesia negara yang kaya akan keanekaragaman flora dan fauna. Keanekaragaman ini pula yang turut menjadikan madu yang dihasilkan lebah hutan memiliki kualitas terbaik. Seperti madu Sumatera yang dihasilkan lebah di hutan Sumatera.

Madu merupakan salah satu masterpiece alam yang dianugerahkan Tuhan melalui lebah. Cairan kental berwarna keemasan ini memiliki kandungan nutrisi yang sangat baik untuk menjaga stamina tubuh tetap fit. Sudah sejak lama madu dipercaya sebagai obat untuk berbagai macam penyakit.

Secara umum, madu mengandung karbohidrat, protein, asam amino, vitamin, enzim dan mineral. Sesuai dengan hasil analisa kimia, salah satu kandungan madu adalah glukosa. Merupakan jenis gula monosacharida yang mudah diserap didalam usus tanpa membutuhkan proses pemecahan.

Hal ini tentu berbeda dengan gula pasir yang merupakan jenis gula disacharida, tidak dapat diserap langsung kedalam darah. Melainkan harus melalui proses pemecahan terlebih dahulu menjadi monosacharida didalam usus.

Melihat kandungannya tersebut, tidak heran madu dapat dengan cepat memulihkan tenaga dan sangat cocok untuk penderita gangguan fungsi hati.

Adapun kandungan mineral dalam madu antara lain: vitamin A, beta caroten, vitamin B kompleks, vitamin c, phospor, zat besi, kalsium, klorida kalium, yodium, natrium, tembaga dan mangan. Selain itu, terdapat enzim-enzim penting yang membantu memperlancar reaksi kimia dari berbagai metabolisme didalam tubuh.

nutrisi madu

Madu juga berfungsi sebagai antibiotika karena mengandung protein, asam organik, hormon dan senyawa antimikroba.

Mengenal Madu Hutan dan Madu Ternak

Suka mengkonsumsi madu? Madu hutan atau madu ternak? Atau tidak tahu membedakan antara madu hutan dan madu ternak?

Secara umum ada dua jenis madu, yaitu madu hutan dan madu ternak. Madu yang dihasilkan lebah yang ada di hutan biasanya disebut madu hutan. Sedangkan madu yang dihasilkan dari lebah yang diternakkan dikenal dengan madu ternak.

Madu hutan dihasilkan oleh lebah berjenis apis dorsata yang merupakan lebah terbesar dengan ukuran satu centimeter sampai 2,5 centimeter. Apis dorsata merupakan lebah madu Asia yang paling produktif menghasilkan madu.

Species ini hanya berkembang dikawasan hutan sup-tropis dan tropis Asia seperti Indonesia, Philipina, Nepal dan India. Selain itu, lebah ini tidak terdapat diluar Asia.

Sedangkan madu ternak dihasilkan oleh lebah berjenis apis cerana dan apis melifera. Menurut Theophilla Arispraptami, Manager Divisi Madu dari Dian Niaga Jakarta, kedua madu ini diimpor dari luar negeri.

Lebah madu hutan mengambil nektar dari berbagai jenis pohon (multiflora), sehingga rasa madu yang dihasilkan sulit ditebak. Berbeda dengan madu ternak yang rasanya mudah ditebak karena berasal dari satu jenis pohon utama (monoflora) tergantung musim buah atau bunga.

Sehingga madu yang dihasilkan pun seragam, seperti: madu bunga randu, madu bunga karet, madu bunga kopi, madu bunga kaliandra, madu bunga sonokeling, madu bunga durian, madu bunga jeruk atau madu bunga stroberi.

Selain itu lebah hutan biasanya hanya mengambil makanan langsung dari alam. Sedikit berbeda dengan lebah ternak yang memiliki periode dimana harus diberi gula sebagai sumber pakannya. 

Perbedaan sumber nektar ini yang menyebabkan madu hutan dan madu ternak memiliki karakter yang berbeda. Pada umumnya madu hutan memiliki rasa, aroma dam warna yang lebih beragam. Rasa madu hutan lebih tajam dan kaya rasa, seperti manis, asam-manis, asam-pahit, manis-pahit, pahit. Rasa ini bahkan cenderung tidak akan selalu sama persis. Sumber nektar yang berbeda juga turut mempengaruhi cepat lambat proses kristalisasi madu.

Kandungan air pada madu hutan juga berbeda dengan madu ternak. Madu hutan Indonesia (Sumatera, Nusa Tenggara, Kalimantan) lebih tinggi kandungan air, sehingga terlihat lebih encer. Madu ternak biasanya lebih kental 1% – 4% dibanding madu hutan. Selain lebih encer, madu hutan juga terlihat lebih keruh dibanding madu ternak.

Hal ini disebabkan bee pollen, propolis, royal jelly yang ikut terlarut dalam madu hutan mentah tidak diproses untuk dipisahkan seperti yang sering dilakukan pada madu ternak. Dalam proses panen, madu hutan diperas dan ditiriskan.M

Madu Hutan Sumatera

Kandungan nutrisi yang lengkap pada madu menjadikannya sebagai suplemen kesehatan terbaik. Selain lezat juga dapat mengobati berbagai penyakit. Sifat madu yang mudah diserap oleh tubuh membuatnya bermanfaat untuk pemulihan stamina tubuh serta membantu proses penyembuhan berbagai penyakit.

Madu hutan Sumatera dikenal juga dengan sebutan madu Sialang. Hal ini dikarenakan apis dorsata, lebah penghasil madu yang ada di hutan Sumatera bersarang pada pohon sialang. Kawasan pohon-pohon tempat lebah bersarang disebut Kepungan Sialang. Selain pohon sialang, pohon yang kerap dijadikan sarang lebah adalah sulur batang, randu, rumah ketuang dan cempedak air.

Pohon Sialang merupakan jenis tanaman yang dilindungi secara hukum baik undang-undang pemerintah maupun hukum adat. Karena terlindungi dengan baik, tak heran pohon Sialang dapat tumbuh tinggi hingga mencapai 100 meter dengan diameter 1,5 meter.

Lebah apis dorsata biasanya membangun sarang didahan-dahan pohon. Bahkan satu pohon Sialang bisa berisi hingga 50 sarang bahkan lebih dimana dalam satu sarang dapat berisi 10 kilogram madu asli. Tak heran, satu pohon Sialang bisa menghasilkan ratusan kilogram madu.

Pohon Sialang merupakan pohon yang terdiri dari jenis Kedundung, Batu, Balau, Kruing, Ara. Jika dijadikan sarang oleh lebah hutan maka masyarakat di Sumatera khususnya di Riau akan menamakannya pohon Sialang. Pohon ini banyak terdapat di hutan Tesso Nilo Propinsi Riau. Hutan ini masuk dalam wilayah 3 kabupeten; Pelalawan, Kuantan Sengingi dan Kampar.

Madu yang berada di pohon Sialang biasanya dipanen oleh beberapa orang. Salah seorang yang bertugas sebagai pemanjat akan memanjat pohon dan mengambil sarang madu. Madu yang telah diambil dikumpulkan dalam wadah dan diturunkan dengan bantuan tali. Dibawah sarang madu ditiris kemudian diperas untuk diambil madunya.

Melihat tinggi pohon Sialang, tentu bukan perkara mudah memanen sarang madu yang terletak di dahan-dahan pohon. Oleh karena itu, sebagai bentuk apresiasi terhadap petani madu, Refillmadu sebagai distributor madu di Medan tidak pernah menawar harga yang diberikan mereka. Madu yang didatangkan langsung dari Riau atau Sumbar, selalu berasal dari tangan pertama, mereka para ‘pemetik madu’.

Jika melihat sumber nektar yang berbeda, apakah madu hutan dan madu ternak memiliki manfaat yang berbeda?

Secara umum kedua madu tersebut memiliki manfaat yang sama. Akan tetapi madu hutan memiliki manfaat yang jauh lebih komplit dibanding madu ternak. Diantara khasiat madu hutan antara lain:

  • Bahan alami yang dipercaya untuk mengatasi penyakit mata
  • Menguatkan sel darah putih yang ada didalam tubuh
  • Kandungan aktif yang ada dalam madu hutan dapat mengobati luka dan mencegah terjadinya infeksi
  • Meningkatkan kesuburan bagi pria dan wanita
  • Digunakan sebagai bahan alami untuk meningkatkan vitalitas tubuh
  • Membantu tubuh menstabilkan darah tinggi
  • Mengatasi masalah pencernaan seperti susah buang air besar/sembelit, mencegah terjadinya diare serta masalah pencernaan lainnya
  • Membantu mengatasi masalah anemia
  • Membantu tulang agar terhindar dari osteoporosis
  • Mengatasi masalah yang ditimbulkan akibat alergi
Hasil penirisan madu hutan sumatera (riau)

Mana yang lebih baik, Madu Hutan Sumatera atau madu ternak? Jika dilihat dari proses terbentuknya madu yang dilakukan lebah hutan (apis dorsata) dan lebah ternak (apis cerana dan apis melifera), madu hutan jelas memiliki kandungan nutrisi yang lebih komplit. Akan tetapi, semua kembali pada proses pengolahan madu. Asalkan pengolahannya dilakukan secara alami dan baik, kedua madu sama-sama bagus.

Jadi, kamu pilih yang mana?