0 item in the bag

No products in the cart.

Open Reseller/ Dropshipper dari seluruh Indonesia ( 0823 6638 0788 )

Meluruskan Pemahaman Masyarakat Tentang Madu Mengkristal

Kami sering menghadapi komplain dari beberapa pelanggan tentang madu yang mengkristal. Awalnya kami juga kaget dan bertanya – tanya, apakah madu yang kami jual palsu sehingga madu tersebut mengkristal?

madu mengkristal palsu : itu cuma mitos

 

Pertanyaan itu menjadikan kami berusaha menggali lebih dalam lagi tentang permaduan. Ada informasi yang belum kami ketahui, salah satunya tentang kristalisasi madu.

Karena banyaknya mitos yang beredar di tengah masyarakat, proses meluruskan pemahaman masyarakat tentang madu yang mengkristal menjadi agak sulit. Masyarakat langsung membangun mental block, menolak setiap penjelasan kami tentang hal ini. Termasuk salah satu yang tidak percaya adalah salah satu reseller kami. Mereka menganggap madu yang mengkristal sama dengan madu palsu.

Penyebab Madu Mengkristal

Satu hal yang perlu kita pahami bersama adalah proses kristalisasi madu adalah sebuah proses alami yang terjadi karena perubahan fisika pada madu.

Madu tersusun dari beberapa molekul gula seperti glukosa dan Fruktosa. Jumlahnya mencapai 70% dari material madu dan 22% air. Komposisi ini tergantung kepada jenis bunga (nektar) yang dihisap oleh lebah. Beda bunga, akan memberikan komposisi yang berbeda.

Proses kristalisasi madu terjadi karena kandungan glukosa dalam madu memisahkan diri dari cairan (air) sedangkan kandungan fruktosa tetap bertahan. Kristalisasi madu juga dipengaruhi oleh keberadaan partikel-partikel yang terkandung di dalam madu, seperti kristal polen, propolis dan serpihan lilin lebah. Partikel-pertikel tersebut bertindak sebagai inti dari pembentukan kristal madu.

Madu mentah (raw honey) yang tidak dipanaskan dan tidak disaring mengandung sedikit lilin lebah, polen dan propolis, akan lebih cepat membentuk kristal. Selain itu, kadar air yang tinggi juga menyebabkan madu lebih cepat mengkristal dibanding madu dengan kadar air rendah.

Proses penyimpanan madu juga dapat mempercepat proses kristalisasi madu. Kami pernah menyimpan madu di dalam lemari es, yang hasilnya madu mengalami kristalisasi (bukan membeku).

Untuk meningkatkan kestabilan madu : tidak bergas dan tidak mengkristal. Produsen madu melakukan proses pemanasan terhadap madu mentah. Tujuannya untuk mengurangi kadar air madu sehingga madu lebih stabil jika disimpan lebih lama. Namun, proses ini justru mematikan enzim hidup dalam madu. Dengan katalain, proses pemanasan tersebut telah mengurangi kualitas madu.

Lalu saat madu mengkristal apa yang kita lakukan?

pertama jangan panik, kristalisasi madu adalah proses alami dari madu itu sendiri. Hal ini pernah kami singgung pada artikel kami sebelumnya tentang mengenali madu asli dan palsu, bahwa madu mengkristal itu tidak sama dengan madu membeku. Lalu secara logika sederhana, jika gula sudah dicairkan maka untuk menjadi kristal kembali harus melalui proses kristalisasi yang rumit dan tidak akan mengkristal dengan sendirinya. Berbeda dengan madu yang mengkristal secara alami.

Kedua, kawan – kawan dapat mencairkan kristal madu dengan cara merendam di dalam air hangat sekitar 40 derajat celcius, selama kurang lebih 15 menit. Jika lebih panas dari 40 derajat, dikhawatirkan merusak enzim hidup madu.

 

Apakah kristalisasi ini mempengaruhi kualitas madu? 

Kristalisasi madu tidak mempengaruhi kualitasnya. Proses ini hanya mengubah fisik dari madu tapi tidak pada kandungan kimianya. Sehingga kita tidak perlu ragu mengonsumsi madu yang sudah mengkristal.

Dan sebagai informasi juga bahwa madu yang mengkristal di luar negeri sana, justru memiliki harga yang lebih mahal daripada yang tidak mengkristal. Dan menurut https://brookfieldfarmhoney.wordpress.com madu yang mengkristal menunjukkan bahwa madu tersebut memiliki mutu yang tinggi.

madu mengkristal : proses alami

 

Madu Hutan Mengkristal? 

Kami menjual madu dari beberapa sumber daerah, mulai dari daerah riau sendiri (siak, kampar dan sekitar), lalu daerah sumatera barat (pasaman) hingga ke daerah sungai penuh di Kerinci Jambi. Dan umumnya madu hutan memiliki kadar air yang tinggi, yaitu sekitar 22 – 28 % tergantung lokasi dan musim. Jika musim hujan, biasanya madu cenderung encer karena kadar air tinggi. Begitu juga jika pohon sialang tempat lebah bersarang berada di daerah yang lembab, madu juga cenderung memiliki kadar air yang lebih tinggi.

Seperti dijelaskan sebelumnya, untuk madu mentah yang tidak mengalami proses pemanasan dan penyaringan microfiber, akan cenderung mengkristal jika disimpan dalam waktu lama dan tempat penyimpanan memiliki suhu yang rendah. Jadi dapat dikatakan madu hutan memiliki kecenderungan untuk mengkristal.

Inilah penjelasan singkat kami tetang madu mengkristal, intinya sebagai pembeli yang cerdas jangan mudah termakan isu, mitos atau informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Carilah informasi dari sumber yang benar – benar dapat dipercaya. Untuk itu memang kami selalu menekankan untuk melihat siapa yang menjual madu ke anda, jika kita ragu kepadanya mengapa harus dilanjutkan transaksinya.

Beli Madu dari penjual yang dapat dipercaya. Penjual yang dapat menjelaskan “nasab” madu yang mereka jual. Kami tidak memaksa anda untuk percaya bahwa refillmadu.com adalah penjual yang terpercaya, tapi kami dapat menunjukkan nasab madu yang kami jual. Mulai dari kami, pengumpul madu di atas (sebelum) kami hingga ke pohon sialang yang menjadi sarang lebah apis dorsata yang menghasilkan madu yang kami jual ke anda saat ini.

Sekali lagi, semoga artikel ini dapat memberikan informasi yang mencerahkan untuk kita semua. Sehingga kita tidak lagi termakan isu/ mitos yang tidak jelas seputar madu.

 

Leave a response

3 + seventeen =