0 item in the bag

No products in the cart.

Open Reseller/ Dropshipper dari seluruh Indonesia ( 0823 6638 0788 )

MADU SEBAGAI ALTERNATIF MENGOBATI KANKER SECARA ALAMI

Beredarnya informasi bahwa madu dapat mengobati kanker seperti angin segar bagi teman-teman kita di luar sana yang terkena kanker bahkan tanpa mengetahui sebab yang tepat kenapa bisa terjangkit penyakit ini. Pada dasarnya, di kehidupan manusia saat ini memang masing-masing kita sudah memiliki gen kanker ataupun tumor. Hanya saja gen ini dalam keadaan dorman atau tertidur dan akan aktif ketika ada pemicu.

madu alternatif mengobati kanker secara alami

Apa sih kanker itu?

Kanker sendiri merupakan sebuah penyakit akibat adanya pertumbuhan abnormal (di luar kebiasaan) pada sel-sel jaringan tubuh seseorang dan berubah menjadi sel kanker. Ketika sel kanker ini berkembang, ia dapat menyebar dan menjalar ke berbagai bagian tubuh lainnya. Jika tidak segera diobati, kanker bahkan dapat menyebabkan kematian.

Tiga karakter ganas yang membedakan kanker dengan tumor jinak ditandai dengan kelainan pada siklus sel khas berikut:

  1. Sel tumbuh di luar kendali, pembelahan sel mereka melebihi ambang batas normal.
  2. Biasanya menyerang secara perlahan jaringan biologis yang berada di sekitar sel kanker tersebut.
  3. Sel dapat melakukan metastasis, yakni menyebar dan bermigrasi ke jaringan biologis tubuh lainnya melalui sistem limfatik (kelenjar getah bening) maupun sirkulasi darah sehingga wajar jika kemudian sel kanker ini menghantui penderitanya karena tidak dapat ditebak kemana ia akan menyebar luas.

madu untuk mengobati kanker

Gejala setiap kanker akan berbeda tergantung pada karakter keganasan sel kanker dan lokasi kanker itu sendiri, juga sifat metastasisnya apakah aktif atau tidak. Di dunia onkologi, -cabang ilmu kedokteran yang khusus mempelajari, diagnosis, perawatan pada penderita kanker dan pencegahannya- untuk mengetahui diagnosa sel kanker adalah dengan melaksanakan tes pemeriksaan mikroskopik jaringan yang disebut biopsi. Pengobatannya kanker biasanya dilakukan dengan tiga cara: operasi, kemoterapi dan radiasi.

Khasiat madu untuk mengobati kanker tanpa efek samping

Pada kebanyakan kasus di Negara berkembang, kanker adalah salah satu penyebab kematian tertinggi. Namun banyak pula kanker yang dapat dirawat dan disembuhkan. Apalagi jika sudah diketahui sejak dini, kala level keganasan kanker masih ada di tingkat rendah.

Maka jika anda adalah salah satu yang mengidap kanker, atau salah satu teman dan kerabat anda terkena kanker stadium rendah, ada baiknya mencari distributor madu hutan asli berkualitas dan mencoba untuk konsumsinya untuk mengobati penyakit kanker. Pada beberapa penelitian, sudah terbukti secara klinis bahwa madu sembuhkan kanker.

Sebagaimana sering dibahas pada khasiat madu, kandungan antioksidan pada madu dapat menjadi penangkal radikal bebas yang dapat memicu aktifnya sel kanker. Madu untuk melawan kanker sudah dicoba oleh beberapa pihak dan berhasil menurunkan tingkat keganasan kanker bahkan menyembuhkan kanker secara efektif.

Lalu bagaimana mengobati kanker dengan madu? Dalam tujuan pengobatan dengan madu, dianjurkan anda mengkonsumsinya sekitar 100 gram madu dalam sehari dan maksimal 200 gram madu. Selama konsumsi madu tersebut, sebaiknya anda mengurangi konsumsi gula sehari-hari sebab kandungan gula dalam madu sudah dapat memenuhi kebutuhan gula harian anda.

madu mengobati kanker

Adapun pembagian dosis pengkonsumsian madu, bisa mencoba cara berikut:

  • Pagi sekitar 30-60 gram madu
  • Siang konsumsi kurang lebih 40-80 gram
  • Sore atau malam menjelang tidur, 30-60 gram

Khasiat madu untuk mengobati kanker akan anda rasakan jika madu yang dikonsumsi adalah madu asli atau madu murni. Hal ini disebabkan kandungan di dalamnya benar-benar murni disiapkan oleh alam dan tidak mengandung gula berlebih yang merupakan kekhawatiran beberapa orang terkait konsumsi gula harian. Untuk ini perlu diketahui terlebih dahulu tentang madu asli dan palsu agar tidak salah konsumsi.

Madu memiliki sekitar 3.280 kal/kg kalori. Komponen kimiawi pada madu memiliki efek koligemik bernama asetilkolin. Asetilkolin ini memiliki fungsi guna melancarkan peredaran darah serta mengurangi atau menurunkan tekanan darah. Antioksidan fenolat yang terkandung di dalam madu memiliki daya reaksi aktif yang tinggi dan mampu meningkatkan kemampuan perlawanan tubuh terhadap oxidative stress (tekanan oksidasi).

Mengkonsumsi 4 sendok makan madu setiap harinya dapat meningkatkan anti-oksidan pada tubuh sekitar 5-12%. Sehingga ia mampu meningkatkan kemampuan tubuh mencegah kanker aktif dan berkembang.

Penelitian madu untuk mengobati kanker secara efektif

Kebenaran mengenai hipotesa madu untuk melawan kanker dibuktikan dalam penelitian oleh ilmuwan dari Universitas Illionois, Amerika Serikat yang jurnalnya diterbitkan di Journal of Apicultural Research. Penelitian tersebut menguak misteri kenapa madu untuk mengobati kanker ini amat efektif. Vitamin C dan E dalam madu berfungsi sebagai anti-oksidan penangkar radikal bebas. Radikal bebas sebagaimana sebelumnya disebutkan, adalah salah satu penyebab atau pemicu kanker.

Dalam penelitian juga disebutkan bahwa peternak (apalagi sekaligus pengkonsumsi madu) jarang sekali yang menderita penyakit kanker karena para ilmuwan cenderung meyakini bahwa daya tahan tubuh para peternak madu ini lebih baik dalam menghadapi kanker. Mengapa demikian? Kemampuan ini muncul akibat bisa lebah yang masuk ke dalam darah para peternak selama beberapa kali saat mereka disengat kala menjalankan tugasnya. Beberapa diantara ilmuwan lainnya meyakini hal ini karena para peternak  menjalankan program hidup sehat dengan madu dengan mengkonsumsi setiap harinya mengandung royal jelly yang meskipun jumlahnya hanya sedikit, tapi khasiat yang dirasakan memang menakjubkan. Belum lagi kandungan serbuk sari alias bee pollen yang juga terdapat di dalam madu.

Royal jelly itu merupakan cairan pekat yang memiliki warna putih dan sering disebut HI Potency Lyophilized Royal Jelly. Potensi ini pertama kali ditemukan di Dezhou, Cina. Royal jelly dihasilkan dengan proses dari kelenjar air liur lebah pekerja (biasanya lebah-lebah muda yang memproduksi madu). Zat istimewa ini sebetulnya khusus dipersembahkan kepada ratu lebah dan calon ratu lebah (larva). Dengan mengkonsumsi royal jelly, si lebah ratu dapat menghasilkan 1.000-1.500 butir telur setiap harinya sepanjang hidup. Royal jelly merupakan kandungan dalam lebah yang kaya akan zat gizi, enzim bio-katalisator, protein dengan kadar nitrogen yang tinggi dan hormon alami.

Penelitian lain mengenai madu dapat mencegah dan mengobati kanker dilakukan oleh Dr. Nada Orsolic dari University of Zagreb, Kroasia. Dalam percobaannya pada tikus kecil, madu terbukti seperti di bawah ini:

  1. Tikus yang diberi konsumsi madu sebelum disuntikkan sel tumor ke tubuhnya ternyata terbukti pertumbuhan sel tumornya lebih lambat dibandingkan yang tidak mengkonsumsi madu.
  2. Tikus yang diberikan royal jelly pada hasil penelitian ternyata mendapati penyebaran kanker yang lebih rendah setelah disuntikkan sel tumor ke dalam tubuhnya.
  3. Penyuntikkan venom lebah pada tikus dengan tumor dapat mengecilkan ukuran dan volume tumor tersebut.
  4. Memasukkan propolis mampu menurunkan aktifitas pertumbuhan tumor dan dapat meningkatkan usia dari si tikus tadi.

Kandungan asam laktat dalam madu juga menjadi salah satu zat penyembuh kanker. Kenapa? Sebab asam laktat tersebut ada kandungan zat laktobasilin yang dapat berfungsi sebagai penghambat pertumbuhan sel kanker dan sel tumor.

Dengan mengetahui hasil penelitian madu mengobati kanker maka anda tentu semakin terbantu agar tidak panik. Bahwa pada penderita kanker, ada kesempatan sembuh dengan cara yang lebih alami dan cenderung lebih murah tanpa efek samping berlebih jika dibandingkan dengan kemoterapi.

Semoga membantu.

Leave a response

eleven − ten =