0 item in the bag

No products in the cart.

Open Reseller/ Dropshipper dari seluruh Indonesia ( 0823 6638 0788 )

Kadaluarsa Madu, Apakah ada expired madu?

“Walah…. kek gini Ko bilang madu enak, ini sih madu kadaluarsa. Ko rasa ajalah sendiri.” Teriak Marudut ketika meminum madu yang disodorkan Lambok.

Lambok tentu saja terkejut ketika madu yang telah dikonsumsinya selama satu tahun belakangan ini disebut kadaluarsa. Padahal setahu dia madu tidak memiliki masa kadaluarsa. Begitu yang pernah disampaikan penjual madu kepadanya.

“Ahh….. bagus sikitlah Ko cakap. Gak usah jabir kalilah muncungmu itu. Macam mana pulak madu pake kadaluarsa. Itukan suplemen alami.” Sungut Lambok tak terima madu miliknya dituding sudah kadaluarsa.

“Mbok…. yang namanya makanan atau minuman itu punya batas konsumsi. Semakin lama tentu kualitasnya semakin menurun. Makanya disetiap kemasan selalu dicantumkan tanggal produksi sama expirednya. Ngertinya Ko?” Marudut coba menjelaskan.

“Yang kek gitu ngerti aku Dut….. Tapi inikan madu. Kalok ditengok kandungannya, mustahil bisa expired. Duhh, kok jadi pening kepalaku jadinya. Madu kadaluarsa, betolnya Ko Dut?”

 ***

Pertanyaan Lambok seringkali mengusik nalar kita. Apakah semua makanan memiliki masa kadaluarsa? Atau adakah pengecualian untuk makanan tertentu yang tidak pernah kadaluarsa?

Ternyata memang ada makanan yang tidak memiliki masa kadaluarsa. Yup… Madu menjadi satu-satunya yang memiliki keunikan tersebut.

Mengapa madu?

Masa? Apa iya?

Jadi madu gak akan basi gitu?

Kok bisa?

Memahami Karakter Madu

Dilansir dari honey.com disebutkan bahwa;

“Honey stored in sealed containers can remain stable for decades and even centuries – madu yang disimpan dalam sebuah tempat tertutup akan tetap stabil tidak berubah kualitasnya dalam jangka waktu berdekade (lebih dari 10 tahun) atau bahkan berabad (lebih 100 tahun).”

Yang disampaikan honey.com ini tentu menguatkan apa yang ditemukan para arkeolog saat melakukan penggalian Piramida yang telah berumur lebih dari 3000 tahun di Mesir. Ketika itu mereka menemukan madu disamping mummi. Ternyata kondisi madu masih baik dan tidak rusak. Tentu hal ini menunjukkan madu tidak basi walau disimpan beribu-ribu tahun lamanya.

Seperti yang pernah disampaikan sebelumnya, madu merupakan suplemen alami yang memiliki banyak keunikan. Dengan segala keunikannya, madu kerap dimanfaatkan bersama dengan ramuan lain yang tujuannya tentu untuk menjaga kesehatan tubuh.

Salah satu ramuan yang wajib dicoba adalah madu hutan + jahe merah.

Madu memiliki kandungan air yang sangat rendah. Sehingga bakteri pembusuk tidak dapat hidup didalamnya. Bakteri aja gak bisa hidup, apalagi rasa cintamu yang tak sanggup Kau wujudkan dengan melamar pujaan hatimu. Uhuk….

 Disamping itu, kadar keasaman (pH) madu antara 3,5 – 4,2. Pada kondisi tersebut mikroorganisme tidak mampu bertahan hidup. Alasan ini yang menyebabkan madu dapat bertahan hingga ribuan tahun lamanya.

Akan tetapi, ternyata ada kondisi khusus yang dapat memicu madu menjadi rusak. Perlu diketahui, madu ternyata bersifat higroskopis, artinya madu dapat menyerap air dari lingkungan. Ketika kadar air pada madu naik hingga diatas 24 persen, kemudian konsentrasi gula menurun, maka beberapa mikroorganisme dapat hidup didalam madu.

Kondisi diatas tentu dapat memicu terjadinya fermentasi. Pada akhirnya, rasa madu akan menjadi tidak normal. Ya… gak enak gitu lah.

Beberapa kandungan nutrisinya pun akan berkurang. Kondisi seperti ini dapat dikategorikan madu telah rusak. Tidak direkomendasikan untuk diminum. Tetapi madu masih bisa dimanfaatkan untuk hal lain seperti sabun dan masker.

Perlu diingat, kondisi seperti yang dijelaskan diatas sebenarnya sangat jarang terjadi jika penyimpanan madu dilakukan dengan tepat. Terlebih madu non olahan (raw honey) yang cenderung segera mengkristal.

Walaupun demikian, madu tetaplah bahan makanan yang bisa mengalami perubahan struktur kimiawi ketika mengalami kontak dengan udara dan cahaya. Madu yang telah berada ditangan konsumen, kemasannya acapkali dibuka-tutup. Sehingga udara akan masuk kedalam kemasan madu yang kemungkinan besar membawa mikroba atau debu. Warna madu akan menjadi lebih gelap seiring berjalannya waktu. Madu yang disimpan ditempat yang terkena cahaya secara terus menerus akan lebih cepat teroksidasi.

Jika madu murni memiliki kekentalan yang sesuai (19-22oC) disimpan ditempat tertutup, tidak terkena cahaya matahari langsung, maka aman disimpan hingga tiga tahun. Akan tetapi, jika mendapatkankan madu yang lebih encer lebih baik segera dikonsumsi sebelum satu tahun untuk mendapatkan manfaat yang lebih optimal.

Dengan meyakini khasiat madu, tentu kita akan bersemangat menjadikannya sebagai suplemen untuk menjaga stamina tetap fit. Semangat itulah yang mendorong kita untuk rutin mengkonsumsinya.

Jadi, kawan-kawan yang ingin mendapatkan hasil maksimal madu tanpa terbebani dengan madu kadaluarsa bisa menerapkan dengan mengkonsumsinya secara teratur. Jika sehari bisa 2 – 5 sendok makan madu, maka madu 1kg akan habis dalam waktu kurang lebih 2 bulan.

Masih ragu minum madu?

Share ya kalau bermanfaat…